KABAR ALAM - Banjir yang melanda DKI Jakarta pada Selasa, 4 Maret 2025, telah memaksa ribuan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BPBD DKI Jakarta mengungkap bahwa 1.229 warga dari Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) telah mengungsi ke 4 titik kelurahan yang berbeda.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, lokasi pengungsian tersebar di 11 lokasi yang terletak di 4 titik kelurahan.
Baca Juga: Referensi Budget Liburan Lebaran 2025, Ini Price List Paket Wisata ke Pulau Royal Kepulauan Seribu
Titik-titik lokasi pengungsian tersebut terutama dipenuhi oleh warga yang menjadi korban banjir luapan Kali Ciliwung, Jakarta, seperti di Kelurahan Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, dan Pejaten Timur.
Misalnya, di Kelurahan Pejaten Timur, terdapat lokasi pengungsian di SDN 22 yang menampung 450 jiwa serta di SMPN 46 sebanyak 300 jiwa. BPBD Jakarta mencatat bahwa banjir telah meluas ke 77 rukun tetangga (RT) di wilayah DKI, akibat luapan air dari Kali Ciliwung, Pesanggrahan, dan Krukut.
"Untuk kelurahan Pejaten Timur lokasi pengungsian berada di SDN 22 sebanyak 450 jiwa dan SMPN 46 300 jiwa," jelas Yohan.
Baca Juga: Promo THR Libur Lebaran 2025 ke Kepulauan Seribu, Trip Gabungan ke Pulau Harapan Cuma 360K
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa genangan banjir terjadi di 77 RT di beberapa wilayah seperti Jaksel, Jaktim, dan Jakbar.
Di Kampung Melayu, 30 orang masih mengungsi di SDN Kampung Melayu dan 181 orang di Masjid Jami Miftahul Huda. Sementara di Bidara Cina, terdapat 17 orang yang mengungsi di RPTRA, 21 orang di aula kelurahan, 26 di masjid, 20 di SKKT, dan 24 di majelis taklim.
Selain itu, di Cawang, 53 orang mengungsi di Musala Al-Ishlah, dan 130 orang di ruko pinggir jalan. Di Pejaten Timur, 450 orang mengungsi di SDN 22 dan 300 orang di SMPN 46.
Di Cilandak Timur, 39 orang mengungsi di Musala, 19 orang di Pendopo, dan 100 orang di musala. Situasi banjir ini menunjukkan dampak yang signifikan bagi sejumlah warga Jakarta, yang terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan diri dan keluarga.***
Artikel Terkait
Banjir Bandang Terjadi di Puncak Bogor, Begini Dampak Bencana yang Ditimbulkan
Pencarian Korban Banjir Bandang di Puncak Bogor Terus Dilakukan
Jembatan Ciliwung Putus, Ratusan Rumah Terendam Banjir di Puncak Bogor!
Sungai Ciliwung Meluap, Warga Kota Depok Sebut Banjir Lima Tahunan
Update Banjir Bandang Puncak Bogor, Bupati Minta BNPB Bantu Pasang Jembatan Bailey Demi Kelancaran Lalu Lintas Lebaran 2025