Kronologi Insiden yang Dialami Fiersa Besari di Puncak Cartensz

photo author
Doni Romdhoni, Kabar Alam
- Senin, 3 Maret 2025 | 09:44 WIB
Potret musisi Tanah Air, Fiersa Besari bersama sang istri Aqia Nurfadla (Instagram.com/@aqianr)
Potret musisi Tanah Air, Fiersa Besari bersama sang istri Aqia Nurfadla (Instagram.com/@aqianr)

KABAR ALAM - Insiden tragis terjadi di Puncak Cartensz, Papua, menjadi sorotan utama publik Tanah Air, pada Senin, 3 Maret 2025.

Tim pendaki yang beranggotakan 13 orang, termasuk musisi Fiersa Besari, mengalami insiden saat turun gunung setelah mencapai puncaknya.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerima laporan bahwa beberapa anggota tim mengalami kondisi "bahaya", diduga akibat gejala AMS (acute mountain sickness).

Baca Juga: Top 5 Hits 2 Maret 2025, Promo THR Open Trip ke Kepulauan Seribu untuk Libur Lebaran 2025 Paling Banyak Diburu

Insiden terjadi di kawasan bawah puncak, sebelum melintasi jembatan tali (tyrolean). Dua pendaki, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti, meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Fiersa bersama tiga WNA asal Turki dan Rusia selamat," ucap I Wayan Suyatna, Kepala Kantor SAR Timika kepada awak media di Jakarta, pada Minggu, 2 Maret 2025.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah pendaki berhasil selamat dari insiden ini, termasuk Fiersa Besari, Indira Alaika, Furki, Poegiono, Saroni, Ludy Hadiyanto, dua warga negara Turki, dan seorang warga negara Rusia. Selain itu, dua pemandu pendakian, Jeni Dainga dan Ruslan, juga dipastikan selamat.

Baca Juga: Legislator Soroti Pengelolaan Sampah Pasar Induk Caringin, Wali Kota Bandung: Segera Tangani, Jangan Nunggu Proyek Legok Nangka Selesai!

Jenazah dengan nama Elsa Laksono telah dievakuasi menggunakan helikopter dan dibawa ke RSUD Timika.

"Pagi tadi sudah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter, termasuk tiga korban selamat," ujarnya.

Insiden ini menjadi pengingat akan risiko pendakian gunung, terutama di medan yang ekstrem seperti Puncak Cartensz.

Baca Juga: Ramadan Datang, Sang Pejuang Lingkungan Kota Bandung Ini Menghadap Sang Khalik

Kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketinggian yang signifikan dapat memicu gejala AMS yang berakibat fatal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X