BMKG Tempatkan Mobile Weather Radar di Stasiun Meteorologi Kertajati Majalengka sebagai Antisipasi Cuaca Ekstrem, Simak Manfaat dan Kegunaannya!

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Sabtu, 10 Februari 2024 | 19:22 WIB
Deteksi cuaca BMKG (bmkg.go.id)
Deteksi cuaca BMKG (bmkg.go.id)

KABAR ALAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama puncak musim hujan pada Januari-Februari ini.

Salah satu langkah yang telah dilakukan BMKG dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama puncak musim hujan ini adalah dengan menempatkan 1 unit Mobile Weather Radar di Stasiun Meteorologi Kertajati sejak tanggal 31 Januari 2024.

Dikutip dari keterangan tertulis di laman resmi BMKG, 8 Februari 2024, penempatan Mobile Weather Radar di Stasiun Meteorologi Kertajati adalah untuk memantau perkembangan cuaca terkini, termasuk cuaca ekstrem, di sekitar wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, 11 Februari 2024: Medan Cerah Berawan Sepanjang Hari, Malamnya Baru Hujan

Disebutkan, resolusi spasial data radar cuaca yang dihasilkan dari mobil radar tersebut mencapai 250 meter dengan resolusi temporal data sekitar 05-10 menit.

Sedangkan cakupan areanya hingga 120 km yang meliputi wilayah Bandung, Subang, Cirebon, Sumedang, Tasikmalaya, Banjar, Tegal, Indramayu, Kuningan dan Purwakarta.

Mobile Radar BMKG ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan Aerodrome Warning bagi pesawat yang akan take off dan landing di Bandara Kertajati.

Baca Juga: BMKG: Hujan Dini Hari Hingga Pagi Landa Jakarta, Siangnya Berawan

Selain itu, produk Citra Radar yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan layanan informasi peringatan dini cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Potensi cuaca ekstrem

Diberitakan sebelumnya, mendeteksi cuaca ekstrem pada periode puncak musim hujan bulan Januari-Februari ini.

Dalam siaran persnya, 8 Februari 2024, BMKG menyebutkan, berdasarkan analisis data iklim yang dimilikinya, sekitar lebih dari 55% wilayah Zona Musim Indonesia diprediksikan memasuki puncak musim hujan pada periode bulan Januari-Februari 2024.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Hujan Petir Landa Ciamis pada Minggu, 11 Februari 2024 Siang

Selain puncak musim hujan, BMKG juga mengungkapkan, kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan masih dapat memicu potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X