Pemilu 2024: 721 TPS Rawan Banjir, Begini Mitigasi BPBD Kabupaten Bekasi

photo author
Adrin Sadrina, Kabar Alam
- Rabu, 7 Februari 2024 | 20:31 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis (bekasikab.go.id)
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis (bekasikab.go.id)

KABAR ALAM - Mitigasi potensi bencana hidrometeorologi akan dilakukan BPBD Kabupaten Bekasi pada hari pemungutan suara Pemilu 2024, 14 Februari 2024 mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis menyebutkan, 721 dari 8.417 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2024 rawan terkena banjir. TPS-TPS untuk Pemilu 2024 ini tersebat di 65 desa yang ada di 20 kecamatan.

Disebutkan BPBD Kabupaten Bekasi, Kecamatan Babelan menjadi yang paling rawan akan bencana banjir pada Pemilu 2024 ini.

Baca Juga: 5 Resto Hits di Kuningan yang Recommended Dikunjungi di Libur Panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek

“Saya sudah berkoordinasi dengan para Camat, ada sebagaian TPS tersebut yang memang sudah digeser dari lokasi yang rawa, seperti di Sukatani, Serang Baru, sehingga ini mengurangi jumlah TPS rawan,” ungkap Muchlis saat acara Rakor Kesiapsiagaan Bencana digelar di Gedung BPBD Kabupaten Bekasi pada Senin, 6 Februari lalu.

BPBD pun telah menyiapkan Posko Komando Utama di Kantor BPBD dan menyiapkan 6 Pos Aju yang tersebar di beberapa kecamatan dengan TPS rawan banjir. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan informasi dan komando.

Berdasarkan penjelasan dari Muchlis, Pos Aju tersebut secara berurutan disebar di Kecamatan Cabangbungin, Kecamatan Babelan, Kecamatan Pebayuran, Kecamatan Karangbahagia, Kecamatan Cibitung, dan Kecamatan Cikarang Pusat.

Baca Juga: BUMN Jadi Koperasi Bisa Jadi Petaka, Dirut PT LIB: Dukungan untuk Sepak Bola Begitu Nyata

“Jadi nanti 1 pos ini membawahi beberapa kecamatan di sekitarnya. Untuk Pos Aju di Cabangbungin ini masih kita pertimbangkan apakah di Cabangbungin ataukah kita geser di Muaragembong. Pos-pos ini nantinya bis akita geser sesuai dengan kondisinya seperti apa,” jelas Muchlis.

BPBD juga menyiapkan mobil rescue atau mobil pick up, perahu karet, dayung, pelampung, mopel, tenda keluarga, lampu penerangan dan kabel, velbed, matras, tiakr, tandu, serta spanduk di masing-masing Pos Aju yang telah disediakan.

65 Petugas BPBD Kabupaten Bekasi siaga

Kemudian, telah disiapkan pula 65 petugas BPBD, 500 petugas dari unsur kecamatan, 77.129 orang dari KPU, 4.200 orang dari FPRB, 50 orang dari komunitas, serta 1.800 anggota Destana beserta personel TNI-Polri untuk bersiaga.

Baca Juga: Update! Ini 16 Kecamatan Terdampak Banjir Grobogan, BNPB: Tingkatkan Kewaspadaan!

Muchlis bertutur, “Rencana posko-posko ini akan didirikan tanggal 12 Februari. Untuk Piket Posko disiagakan tanggal 13, 14, dan 15 Februari yang akan bertugas 24 jam. Mereka akan berkoordinasi dengan petugas PPK memantau PPS masing-masing.”

Muchlis menjelaskan bahwa apabila banjir terjadi, langkah pertama yang akan dilakukan adalah aktivasi komando, diikuti dengan penyelamatan dan evakuasi, serta aktivasi lokasi pengungsian.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: bekasikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X