• Jumat, 9 Desember 2022

Pareresan, Ritual Budaya Beres Panen Masyarakat Agraris di Sekitar Situ Sangiang Majalengka

- Senin, 21 November 2022 | 07:03 WIB
Ziarah ke makan Sunan Parung dalam rangkaian ritual adat pareresan di Situ Sangiang (ksdae.menlhk.go.id)
Ziarah ke makan Sunan Parung dalam rangkaian ritual adat pareresan di Situ Sangiang (ksdae.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Selain panorama alam, keanekaragaman hayati dan berziarah, destinasi wisata Situ Sangiang di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memilik daya tarik wisata budaya. Salah satunya ritual tahunan pareresan.

Ritual budaya pareresan yang rutin dilakukan di Situ Sangiang yang masuk wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka ini merupakan hajat rakyat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan terhadap panen hasil bumi.

Ritual pareresan merupakan bentuk budaya masyarakat agraris di sekitar lokasi wisata alam Situ Sangiang yang sudah dilakukan sejak lama secara turun temurun.

Baca Juga: Top 5 Hits 20 November 2022, Kisah Pengkhianatan di Balik Pesona Situ Sangiang Majalengka Kembali Memimpin

Sesuai namanya, pareresan bermakna syukuran setelah masyarakat Desa Sangiang yang sebagian besar berprofesi sebagai petani beres panen.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman tngciremai.menlhk.go.id, pesta rakyat pareresan diawali dengan berziarah dan berdoa bersama di makam Sunan Parung, penyebar agama Islam di wilayah situ Sangiang.

Hal ini dilakukan sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur yang membangun kawasan Situ Sangiang di sekitar abad ke-15 Masehi.

Baca Juga: Penting! Ini Kuota, Ketentuan Pendaftaran dan SOP Pendakian Gunung Salak

Setelah berziarah, iring-iringan acara menuju ke Situ Sangiang. Di danau yang dikeramatkan ini, peserta pesta mencuci kaki dan tangan serta membasuh muka.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X