• Jumat, 9 Desember 2022

Ternyata, Noni Belanda di Abad Ke-19 pun Sudah Berwisata ke Situ Sangiang, Ini Buktinya!

- Minggu, 20 November 2022 | 15:52 WIB
Dua noni Belanda dan seorang bocah berwisata di Situ Sangiang pada era kolonial Belanda (Koleksi Tropenmuseum/tngciremai.menlhk.go.id)
Dua noni Belanda dan seorang bocah berwisata di Situ Sangiang pada era kolonial Belanda (Koleksi Tropenmuseum/tngciremai.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Situ Sangiang ternyata sudah menjadi destinasi wisata alam sejak era kolonial Belanda pada abad ke-19. Enggak percaya?

Dua tahun lalu, laman Taman Nasional Gunung Ciremai, tngciremai.menlhk.go.id, menekukan dan merilis temuan foto noni-noni Belanda tengah berwisata ke Situ Sangiang yang saat ini berada di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dalam naskah yang dikutip KABARALAM.com disebutkan, admin laman Taman Nasional Gunung Ciremai menemuka foto-foto Gunung Ciremai di era kolonial yang diperkirakan hasil jepretan kamera era tahun 1800 sampai 1900-an.

Baca Juga: Objek Wisata Cibulan Kuningan, Sensasi Renang Bareng Ikan Dewa hingga Mitos Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi

Dalam artikel berjudul "Vakantie op de Berg Ciremai" atau "Berwisata di Gunung Ciremai" itu, admin memposting gambar hitam putih koleksi Tropenmuseum yang mengabadikan piknik dua noni Belanda bersama seorang bocah di tepian Situ Sangiang.

"Mereka tampak asyik melahap panorama alam Situ Sangiang sambil duduk di selembar tikar. Keduanya tampak sedang berbincang. Hmm, apa kira-kira yang mereka obrolkan ya?" tulis laman Taman Nasional Gunung Ciremai.

Selain dua noni Belanda yang tengah berwisata ke Situ Sangiang, foto lain yang diunggah memperlihatkan seorang noni yang ditandu empat lelaki pribumi di jalan menanjak dan menurun.

Baca Juga: Penting! Berlaku Mulai 1 Desember 2022, Begini Panduan Booking Online Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Terlihat seorang pria pengawal berjalan mengikutinya dari belakang. Sementara dua noni dengan gaun khas Eropa berdiri di depan. Pemandangan di sekitarnya menyerupai Terasering Panyaweuyan. Benarkah?

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X