• Jumat, 9 Desember 2022

Mengungkap Kisah Pengkhianatan Tingkat Tinggi di Balik Keberadaan Situ Sangiang Majalengka

- Selasa, 15 November 2022 | 12:17 WIB
Makam Sunan Parung di sekitar Situ Sangiang Majalengka (badan-penghubung.jabarprov.go.id)
Makam Sunan Parung di sekitar Situ Sangiang Majalengka (badan-penghubung.jabarprov.go.id)

KABAR ALAM - Situ Sangiang Majalengka masih diyakini sebagai tempat sakral karena merupakan tempat "ngahiang" (moksa) Sunan Talaga Manggung dan keratonnya ketika dikhianati menantunya, Patih Palembang Gunung pada abad ke 15.

Untuk mengetahui secara detail mengenai kisah pengkhianatan seorang menantu kepada raja di balik eksistensi Situ Sangiang, KABARALAM.com mendapatkan bahan dari badan-penghubung.jabarprov.go.id yang bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar).

Alkisah, pada kira-kira sebelum abad ke-15, Kewadanaan Talaga adalah bekas salah satu kerajaan yang dipimpin Sunan Talaga Manggung, keturunan Prabu Siliwangi. Sunan Talaga Manggung memiliki dua orang anak, Raden Panglurah (laki-laki) dan Ratu Simbar Kencana (perempuan).

Baca Juga: Menikmati Sunset dan Memancing Gratis di Setu Sedong Cirebon

Raden Panglurah tidak tinggal di keraton karena sedang melakukan tetapa di Gunung Bitung yang terletak di selatan Talaga. Sedangkan Ratu Simbar Kencana menikah dengan seorang patih keraton bernama Palembang Gunung, asal Palembang.

Setelah dipercaya mertuanya dan mulai dipercaya rakyat, dalam benak Patih Palembang mulai muncul keinginan untuk mengambil alih kekuasaan dari mertuanya. Ia pun punya niat jahat membunug Sunan Talaga Manggung untuk mengambil alih kekuasaan sebagai raja.

Untuk membunuh mertuanya, Palembang Gunung mendapat informasi penting dari seorang mantra bernama Citra Singa, bahwa Sunan Talaga Manggung sangat gagah perkasa dan tidak satu senjata atau tumbak yang mampu mengambil patinya, kecuali tumbak kawan raja ketika ia lahir. Oleh Citra Singa diterangkan, yang dapat mengambil senjata itu hanya seorang gendek kepercayaan raja bernama Centang Barang.

Baca Juga: Menikmati Matahari Terbit dan Terbenam dari Sela Gunung di Buper Cidewata Majalengka

Palembang Gunung kemudian membujuk Centang Barang untuk mengambil senjata tersebut dan membunuh Sunan Talaga Manggung. Bila berhasil, Centang Barang dijanjikan naik pangkat.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X