Senin, 27 Januari 2020
News & Nature
Wisata Alam

Ada Sakola Relawan Konservasi di TNGGP

Minggu, 29 Desember 2019

Diharapkan makin banyak yang peduli akan keamanan dan kelestarian kawasan

Ada Sakola Relawan Konservasi di TNGGP
ksdae.menlhk.go.id
Sakola Relawan Konservasi di TNGGP

Selabintana -- Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Selabintana merupakan salah satu dari tiga pintu masuk pendakian dan menjadi satu-satunya pintu masuk jalur pendakian di Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Pintu masuk ini setiap akhir pekan ramai oleh pengunjung, sehingga pegawai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang terbatas merasa sangat terbantu dengan adanya relawan.

Di samping personil yang terbatas, kegiatan pun cukup padat. Beberapa kegiatan rutin resort yaitu patroli pengamanan hutan, monitoring satwa, anjangsana kepada masyarakat, penyuluhan, pelayanan pengunjung wisata dan pelayanan pendakian serta kegiatan insidental lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak terlepas dari bantuan mitra-mitra relawan TNGGP.

Beberapa mitra relawan yang bekerja sama dalam kegiatan evakuasi pengunjung salah satunya yaitu “Volunteer Panthera”. Beberapa waktu lalu Volunteer Panthera melakukan seleksi penerimaan anggota baru. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, 9 (sembilan) orang yang terdiri dari 8 (delapan) orang laki-laki dan 1 (satu) orang wanita dinyatakan lolos dari jumlah pendaftar sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Pada tanggal 15 sampai dengan 22 Desember 2019 mereka melakukan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) anggota baru di RPTN Selabintana. Beberapa materi diberikan panitia seperti survival, search and rescue, evakuasi, navigasi, dan lain-lain.

Selain materi dasar yang diberikan oleh panitia, pihak Resort PTN Selabintana (Andriyatno Sofiyudin, S.Hut) mewakili Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) turut memberikan beberapa materi secara umum mengenai konservasi sumber daya alam dan ekosistem, pengenalan taman nasional, dan gambaran tentang TNGGP.

Salah satu kegiatan yang dipraktekan saat Diklatsar ini adalah “safety talk” kepada pendaki. Tidak dipungkiri bahwa dengan keberadaan relawan sangat membantu petugas resort, terutama dalam hal evakuasi pengunjung, baik itu pengunjung wisata maupun pengunjung pendakian. Diharapkan dengan kegiatan Sakola Relawan 2019 ini maka semakin banyak pihak-pihak yang peduli akan keamanan dan kelestarian kawasan khususnya di TNGGP.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR