Senin, 27 Januari 2020
News & Nature
Wisata Alam

BKSDA Kalsel Lakukan Penguatan Kelembagaan

Jumat, 27 Desember 2019

Kemitraan Konservasi TWA Pelaihari

BKSDA Kalsel Lakukan Penguatan Kelembagaan
ksdae.menlhk.go.id
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc.  didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, M.P beserta Kepala Resort Alfredo de Arojo dan staf Resort TWA Pelaihari melakukan kegiatan penataan kelompok mitra konservasi  jasa wisata warung di kawasan TWA Pelaihari

Batakan -- Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc.  didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, M.P beserta Kepala Resort Alfredo de Arojo dan staf Resort TWA Pelaihari melakukan kegiatan penataan kelompok mitra konservasi  jasa wisata warung di kawasan TWA Pelaihari. 

Untuk memantapkan kerjasama  pemanfaatan jasa wisata, BKSDA Kalimantan Selatan melakukan pembinaan penataan sarana dan prasarana di TWA Pelaihari pada tahun 2020. Kegiatan penataan kelompok jasa wisata warung yang diketuai oleh Ahmadi merupakan kegiatan lanjutan dari urun rembuk kegiatan kemitraan konservasi di TWA Pelaihari Desa Batakan.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Urun Rembuk Kegiatan Konservasi

Dalam Kesempatan kali ini, Mahrus menyampaikan terkait penataan warung makanan dan minuman di sekitar Pantai Batakan yang merupakan kawasan TWA Pelaihari. Mahrus mengharapkan, penataan kelompok jasa wisata warung dilakukan sesuai Petujuk Teknis Kemitraan Konservasi pada KSA dan KPA yang dalam perencanaan penataan dan pengembangan ekowisata yang bertujuan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan penataan kelompok ini juga meneruskan usulan dan permintaan dari anggota-anggota kelompok terkait usulan perbaikan sarana dan prasarana. Dalam target dekat, BKSDA Kalimantan Selatan dan Resort akan membantu mencetakkan menu  untuk setiap warung makan dan minuman beserta daftar harga agar memudahkan para pengunjung pantai Batakan TWA Pelaihari yang berwisata di Pantai Batakan.

Ahmadi berharap pertemuan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar terbangun kekompakan dan kebersamaan. Kelompok Usaha Ikan Kering meminta slot tempat yang strategis agar laku dagangannya. "Insya Allah mulai tahun 2020 kita bersama Pemda Tanah Laut akan menyepakati tiket untuk masuk yang sesuai peraturan yang berlaku," kata Mahrus.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR