Senin, 27 Januari 2020
News & Nature
Wisata Alam

Balai Tana Bentarum Studi Banding TNGGP

Jumat, 27 Desember 2019

Tingkatkan Pengelolaan Ekowisata

Balai Tana Bentarum Studi Banding TNGGP
ksdae.menlhk.go.id
Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengirimkan tim untuk melakukan studi banding ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Cibodas -- Untuk meningkatkan pengembangan ekowisata, Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengirimkan tim untuk melakukan studi banding ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Anggota tim studi banding berjumlah tujuh orang yang dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah  III Lanjak, Gunawan Budi Hartono, S.Hut., M.Si. Kegiatan dilaksanakan pada 24-28 Desember 2019 dengan agenda mengunjungi Kantor Balai Besar TNGGP Cibodas, Resort PTN Mandalawangi, Bidang Wilayah I Cianjur dan Resort PTN Situgunung, Bidang Wilayah II Sukabumi.

“Balai Besar Tana Bentarum terus berupaya mengembangkan ekowisata. Tujuan dari studi banding ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Balai Besar Tana Bentarum dalam pengelolaan ekowisata. Kami memilih TNGGP, khususnya Resort PTN Situgunung sebagai lokasi studi banding karena dinilai sukses dalam mengelola ekowisata. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penghasilan masyarakat di sekitar kawasan Situgunung dan juga besarnya nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan dari kegiatan wisata di Resort PTN Situgunung,“ jelas Gunawan.

Baca Juga: Kini, TNDS Punya Pulau Sepadan dan Bukit Tekenang

Tim studi banding Balai Besar Tana Bentarum diterima Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, S.Pi., M.Si. dan Kepala Bagian Tata Usaha, Wasja, S.H. Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar TNGGP memberikan apresiasi atas kedatangan tim Balai Besar Tana Bentarum. “Kami mengucapkan terima kasih dengan adanya kunjungan dari teman-teman Tana Bentarum. Kami harap ke depannya kita dapat terus berkomunikasi, tidak hanya dalam rangka silaturahmi, tetapi juga kita bisa bekerja sama dalam banyak hal dan bisa berbagi pengetahuan tentang pengelolaan kawasan taman nasional” ujar Wahju.

Kepala Balai Besar TNGGP juga membagikan pengalaman dalam pengembangan ekowisata di TNGGP khususnya wahana jembatan gantung (suspension bridge) di Situgunung.

Pada kesempatan lainnya, tim studi banding juga melakukan observasi lapangan dengan mengunjungi Resort PTN Situgunung yang diterima oleh Kepala Resort, Asep Suganda beserta staf. Setelah diberikan pemaparan tentang pengelolaan ekowisata di Situgunung oleh Kepala Resort PTN Situgunung, tim berkeliling untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan ekowisata di Situgunung.

Baca Juga: Pesona Danau Sentarum Memikat Wisatawan

Terdapat beberapa atraksi unggulan di Situgunung, yaitu air terjun situ Curug Sawer, danau Situgunung dan tentu saja jembatan gantung (suspension bridge) yang menjadi icon Situgunung dan sedang tren di kalangan milenial. Bahkan ribuan orang pengunjung rela antri untuk mendapatkan kesempatan merasakan sensasi berjalan di jembatan gantung sepanjang 243 meter.

Selain mendapatkan gambaran bagaimana mengemas suatu atraksi wisata, tim studi banding juga mendapatkan informasi bahwa betapa ekowisata di Situgunung mampu menjadi trigger dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Berhasilnya pengelolaan ekowisata di Situgunung, berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan konsep ekowisata dimana masyarakat di lokasi ekowisata harus dapat menerima manfaat ekonomi dari kegiatan ekowisata.

Baca Juga: Danau Sentarum Makin Diminati Wisatawan

“Banyak hal yang dapat kami pelajari dari pengelolaan ekowisata di TNGGP khususnya Resort Situgunung. Ada beberapa hal yang kami lihat menjadi kunci sukses pengelolaan ekowisata di TNGGP yaitu keterlibatan masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, dukungan dan kerja sama dengan pihak swasta (Fontis Aquam Vivam), promosi berbasis teknologi informasi serta kreatifitas dan  inovasi resort. Semoga apa yang kami pelajari di TNGGP ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ekowisata di Tana Bentarum di masa yang akan datang,” jelas Gunawan.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR