Minggu, 20 Oktober 2019

BBKSDA Papua Barat Kembangkan TWA Sorong

Rabu, 9 Oktober 2019

Bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim dan Petrogas (Basin) Limited bangun infrastruktur pendukung

BBKSDA Papua Barat Kembangkan TWA Sorong
ksdae.menlhk.go.id
BBKSDA Papua Barat menyelenggarakan upacara adat Moi

Sorong -- Sebagai upaya pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Sorong menjadi destinasi wisata berkelanjutan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim dan Petrogas (Basin) Limited membangun infrastruktur pendukung. Sebagai wujud penghormatan terhadap adat dan tradisi masyarakat Papua Barat, khususnya Suku Moi, sebagai pemilik hak ulayat di kawasan TWA Sorong, BBKSDA Papua Barat menyelenggarakan upacara adat Moi.

Upacara adat berlangsung khidmat dengan diawali dan diakhiri guyuran hujan. Upacara yang dihadiri tidak kurang dari 85 tamu undangan dibuka dengan melangsungkan prosesi untuk memohon doa restu kelancaran proses pembangunan di TWA Sorong yang dipimpin langsung oleh Kristian Ulim selaku tokoh adat Suku Moi.

Baca Juga: 20 Hektare Ekosistem Kawasan Konservasi Dipulihkan

Kepala BBKSDA Papua Barat, R. Basar Manullang dalam sambutannya menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan penghormatan terhadap adat dan tradisi setempat dalam penyelenggaraan konservasi. “Era baru pembangunan konservasi saat ini adalah menjadikan manusia dan budaya sebagai subyeknya. Sehingga dalam pembangunan konservasi ke depan harus banyak melibatkan masyarakat serta memberikan penghormatan terhadap budaya masyarakat sekitar kawasan hutan,” tuturnya.

Rencananya, setelah pelaksanaan upacara adat, akan dimulai pembangunan secara bertahap di dalam TWA Sorong hingga tahun 2022. Fasilitas yang dibangun berupa kandang sanctuary, kandang habituasi, klinik dan karantina hewan, gudang pakan hewan, jalan trekking untuk pengunjung, pembuatan gapura dan pembuatan gazebo edukasi oleh PT. Pertamina RU VII Kasim. Selain itu, akan dibangun juga secara bertahap hingga tahun 2023 arboretum anggrek alami, pembuatan jalan trekking untuk wisatawan, pembangunan rumah herbarium, dan pembangunan rumah anggrek oleh Petrogas Basin Limited.

Di akhir acara, dilakukan juga penandatanganan kesepakatan dukungan pembangunan infrastruktur di Kawasan TWA Sorong dalam rangka mendukung destinasi wisata berkelanjutan oleh para pemangku kepentingan. Kegiatan upacara adat ini dimeriahkan juga melalui penampilan tarian adat Suku Moi yang dikreasikan oleh Sanggar Tari Nanibily Kota Sorong. 

Rangkaian kegiatan upacara adat ditutup dengan santap siang menggunakan menu masakan tradisional yang secara khusus langsung disiapkan oleh masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung begitu khidmat dan kental dengan nuansa adat Suku Moi. Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum yang baik dalam membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan konservasi di Provinsi Papua Barat.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR