• Kamis, 1 Desember 2022

Potensi Pengembangan Bioenergi di Sumatera Selatan

- Kamis, 17 November 2022 | 15:27 WIB

Oleh: Nadia Dwi Kartika 

Mahasiswa Pascasarjana Program Doktor Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan – IPB University

Kebutuhan energi nasional semakin besar dan terus bertambah seiring dengan pertambahan penduduk, perkembangan kegiatan industri, perdagangan, dan jasa. Ketergantungan perekonomian nasional terhadap energi yang berasal dari fosil sebagai andalan sumber penerimaan negara harus segera dikurangi mengingat dari sisi ketersediaan dan potensinya sudah semakin menipis dan jauh berkurang. Indonesia memiliki variasi ketersediaan sumber daya energi baru dan terbarukan seperti energi surya, panas bumi atau geothermal dan energi dari biomassa atau bioenergi yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Bioenergi merupakan komponen kunci dan jalur strategis dalam perjuangan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) karena bioenergi merupakan sektor perekonomian energi dunia yang paling dinamik dan berubah cepat. Diversifikasi energi perlu untuk dilakukan untuk mencapai target bauran energi dari energi tebarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025 dan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya juga menegaskan komitmen Indonesia dalam pemenuhan target Net Zero Emission pada tahun 2060 sehingga untuk mencapai tujuan ini diperlukan adanya akselerasi transisi energi.

Sejalan dengan isu perubahan iklim dan pemanasan global, pemanfaatan energi biomassa sebagai energi ramah lingkungan semakin meningkat. Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi sumberdaya energi terbarukan seperti panas bumi atau geothermal, mikrohidro dan bioenergi. Sebagai daerah yang memiliki beraneka ragam sumberdaya hayati, Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk mengembangkan bioenergi terutama yang berbahan dasar padatan dari limbah sektor kehutanan, pertanian dan perkebunan.

Baca Juga: Kisah Misteri di Balik Pesona Gunung Batu Tilu Majalengka

Sumber daya panas bumi dijumpai di daerah yang berasosiasi dengan daerah-daerah vulkanisme (gunung api). Wilayah Sumatera Selatan yang menempati zona gunung api aktif mencakup sebagian lajur Pegunungan Bukit Barisan di sebelah barat. Oleh karena itu, daerah Sumatera Selatan yang memiliki potensi sumberdaya panas bumi berada pada zona distribusi gunung api dan sesar regional yang membentang sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dan membentuk sistem sesar utama di Sumatera yang dikenal sebagai Semangko fault zone.

Potensi sumber daya panas bumi atau geothermal di Sumatera Selatan mencapai 13.820 MWe atau 50,92% dari potensi Nasional. Potensi sumber daya mikrohidro di Sumatera Selatan mencapai 10.238 KW yang tersebar di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

Bioenergi atau energi yang berasal dari biomassa merupakan potensi terbesar yang dimiliki oleh Sumatera Selatan untuk energi terbarukan. Potensi sumber daya biomassa di Indonesia sendiri secara keseluruhan diperkirakan sebanyak 49.810 MW yang berasal dari tanaman dan limbah. Biomassa secara umum bermakna jumlah keseluruhan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk energi dan bahan.

Halaman:

Editor: Islaminur Pempasa

Tags

Terkini

Potensi Pengembangan Bioenergi di Sumatera Selatan

Kamis, 17 November 2022 | 15:27 WIB

Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

Senin, 19 September 2022 | 11:03 WIB

KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap

Kamis, 15 September 2022 | 09:29 WIB

Pestisida Nabati Pengganti Pestisida Kimia

Rabu, 14 September 2022 | 11:04 WIB

Potensi Kayu Ules untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh

Selasa, 13 September 2022 | 08:36 WIB

Konsep Baru untuk Teknologi Restorasi Mangrove

Senin, 12 September 2022 | 08:44 WIB

Tanam Pinang untuk Selamatkan Lahan Gambut

Jumat, 9 September 2022 | 08:29 WIB

COVID-19 dan Potensi Bioetanol Hutan Tropis Kita

Kamis, 8 September 2022 | 10:50 WIB

Penanganan COVID-19 dalam Perspektif IAS

Jumat, 2 September 2022 | 10:40 WIB

Memformasikan Sains Membangun Standar LHK

Kamis, 1 September 2022 | 14:21 WIB

Faloak untuk Obati Hepatitis, Mitos atau Fakta?

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:03 WIB

Ratu Anggrek dari Sebangau

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 13:59 WIB

Pengembangan Kelor untuk Ekonomi Kreatif di Kampar

Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:23 WIB

Papan Serat Non Kayu Produk Furnitur Masa Depan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Laut Berbicara tentang Carbon Dioxide Removal (CBD)

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:35 WIB

Potensi Bambu sebagai Sumber Silika Ramah Lingkungan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:44 WIB

Cara Leuit Menghadapi Krisis Pangan

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:39 WIB
X