• Kamis, 1 Desember 2022

Mengulik Strategi Pengembangan Penangkaran Rusa Timor di TWA Gunung Tunak

Endan Suhendra
- Minggu, 25 September 2022 | 10:18 WIB
Penangkaran  rusa timor di TWA Gunung Tunak (Dok. Penulis)
Penangkaran rusa timor di TWA Gunung Tunak (Dok. Penulis)


Oleh: Sutan Sahala Muda Marpaung, S.Hut., M.Si
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pengelolaan SumberDaya Alam dan Lingkungan IPB University

Rusa timor (Rusa timorensis) merupakan salah satu rusa asli Indonesia. Rusa timor juga merupakan salah satu jenis satwa yang hidup tersebar pada beberapa wilayah di Indonesia.

Rusa timor yang kini ditangkarkan di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak yang terletak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sangat memikat wisatawan yang datang ke kawasan seluas 1.217 hektare.

Pasalnya, rusa tersebut berjumlah sebanyak 48 ekor, sebanyak 10 rusa sudah dilepasliarkan ke alam terbuka.

Baca Juga: Top 5 Hits 24 September 2022, Agenda Bedah Buku Tambang Transformatif Paling Banyak Dicari

Sejauh ini, TWA Gunung Tunak hingga beberapa kali mendapat penghargaan nasional di lingkup Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Berdasarkan pengamatan pendahuluan yang dilakukan di penangkaran rusa timor, Taman Wisata Alam Gunung Tunak menjadi salah satu destinasi wisata eksklusif paling diminati di Pulau Lombok.

Hal ini karena potensi sumber daya alam yang dimilikinya seperti lekuk lekuk pantai tersembunyi diapit tebing-tebing batuan gamping purba dengan backdrop hutan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman flora dan fauna endemis yang masih terjaga.

Baca Juga: World Cleanup Day, Seksi Pengelolaan TNGL Wilayah I Blang Pidie Ikuti Aksi Pungut dan Pilah Sampah

Dilihat dari manfaat serta potensi rusa yang cukup tinggi, maka perlu adanya pengembangan usaha penangkaran rusa yang terus membaik dari segi manajemen.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Potensi Pengembangan Bioenergi di Sumatera Selatan

Kamis, 17 November 2022 | 15:27 WIB

Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

Senin, 19 September 2022 | 11:03 WIB

KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap

Kamis, 15 September 2022 | 09:29 WIB

Pestisida Nabati Pengganti Pestisida Kimia

Rabu, 14 September 2022 | 11:04 WIB

Potensi Kayu Ules untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh

Selasa, 13 September 2022 | 08:36 WIB

Konsep Baru untuk Teknologi Restorasi Mangrove

Senin, 12 September 2022 | 08:44 WIB

Tanam Pinang untuk Selamatkan Lahan Gambut

Jumat, 9 September 2022 | 08:29 WIB

COVID-19 dan Potensi Bioetanol Hutan Tropis Kita

Kamis, 8 September 2022 | 10:50 WIB

Penanganan COVID-19 dalam Perspektif IAS

Jumat, 2 September 2022 | 10:40 WIB

Memformasikan Sains Membangun Standar LHK

Kamis, 1 September 2022 | 14:21 WIB

Faloak untuk Obati Hepatitis, Mitos atau Fakta?

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:03 WIB

Ratu Anggrek dari Sebangau

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 13:59 WIB

Pengembangan Kelor untuk Ekonomi Kreatif di Kampar

Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:23 WIB

Papan Serat Non Kayu Produk Furnitur Masa Depan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Laut Berbicara tentang Carbon Dioxide Removal (CBD)

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:35 WIB

Potensi Bambu sebagai Sumber Silika Ramah Lingkungan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:44 WIB

Cara Leuit Menghadapi Krisis Pangan

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:39 WIB
X