• Jumat, 30 September 2022

Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

- Senin, 19 September 2022 | 11:03 WIB

Oleh: Dr. Ir. Sulistya Ekawati, M.Si.

SAAT ini seluruh dunia dihebohkan dengan penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Ulah virus tersebut telah menjungkirbalikkan tatanan sosial, mengaduk-aduk mata rantai ekonomi dan menggoyahkan tata ibadah agama-agama besar di dunia.

Dikabarkan hanya aspek ekologi yang bersuka cita karena langit kembali membiru, ikan-ikan di sungai menetas dan bebas berenang, burung berkicau, satwa laut berjemur di pantai dan kawanan rusa berjalan-jalan di kota.

Para peneliti berlomba-lomba menemukan obat penangkal dan vaksin virus  corona. Mereka bekerja keras berpacu dengan waktu. Jurnal-jurnal internasional ternama semakin rajin menerbitkan tulisan-tulisan ilmiah terkait penanganan virus ini. Beberapa pos anggaran pembangunan dialihkan untuk mengatasi dampak virus ini.

Baca Juga: KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap

 

Banyak rumah sakit kelabakan menyediakan obat-obatan, alat pelindung diri dan ventilator. Kita baru sadar, selama ini produksi farmasi di Indonesia sangat tergantung dari impor negara lain, khususnya China.

Ketergantungan tersebut sudah lama terjadi dan membuat kita lupa bahwa di bumi nusantara banyak mengandung potensi tanaman obat yang belum dijelajahi (baca: diteliti). Penelitian terkait tanaman obat sudah banyak dilakukan, tapi berhenti sebagai selembar kertas tanpa ada tindak lanjut yang terarah.

Ketika kita mengetik pada laman browser dengan kata kunci ‘tanaman obat dari hutan', akan muncul kurang lebih 8.210.000 artikel terkait. Wow... sangat luar biasa. Data tersebut menyatakan masyarakat mulai tertarik menggunakan obat-obatan dari tanaman atau obat herbal.

Halaman:

Editor: Islaminur Pempasa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

Senin, 19 September 2022 | 11:03 WIB

KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap

Kamis, 15 September 2022 | 09:29 WIB

Pestisida Nabati Pengganti Pestisida Kimia

Rabu, 14 September 2022 | 11:04 WIB

Potensi Kayu Ules untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh

Selasa, 13 September 2022 | 08:36 WIB

Konsep Baru untuk Teknologi Restorasi Mangrove

Senin, 12 September 2022 | 08:44 WIB

Tanam Pinang untuk Selamatkan Lahan Gambut

Jumat, 9 September 2022 | 08:29 WIB

COVID-19 dan Potensi Bioetanol Hutan Tropis Kita

Kamis, 8 September 2022 | 10:50 WIB

Penanganan COVID-19 dalam Perspektif IAS

Jumat, 2 September 2022 | 10:40 WIB

Memformasikan Sains Membangun Standar LHK

Kamis, 1 September 2022 | 14:21 WIB

Faloak untuk Obati Hepatitis, Mitos atau Fakta?

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:03 WIB

Ratu Anggrek dari Sebangau

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 13:59 WIB

Pengembangan Kelor untuk Ekonomi Kreatif di Kampar

Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:23 WIB

Papan Serat Non Kayu Produk Furnitur Masa Depan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Laut Berbicara tentang Carbon Dioxide Removal (CBD)

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:35 WIB

Potensi Bambu sebagai Sumber Silika Ramah Lingkungan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:44 WIB

Cara Leuit Menghadapi Krisis Pangan

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:39 WIB

Moke, Nalo dan Makna Sosial Budaya yang Mengiringinya

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:48 WIB
X