• Senin, 26 September 2022

Geronggang, Penyelamat Gambut Bengkalis

Islaminur Pempasa
- Senin, 15 Agustus 2022 | 17:23 WIB
Geronggang (Cratoxylon arborescens (Vahl.) Blume) merupakan jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di hutan rawa gambut. (Dok. Penulis)
Geronggang (Cratoxylon arborescens (Vahl.) Blume) merupakan jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di hutan rawa gambut. (Dok. Penulis)

Oleh: Heryy Kurniawan S.Hut., M.Sc.

Geronggang (Cratoxylon arborescens (Vahl.) Blume) merupakan jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di hutan rawa gambut. Bagi masyarakat asli Sumatera dan Kalimantan mungkin sudah tidak asing lagi mendengarnya.

Geronggang tumbuh tersebar atau mengelompok pada belukar dan hutan primer yang tergenang. Meskipun demikian geronggang juga dapat tumbuh pada tanah berpasir ataupun tanah lempung berpasir.

Tumbuhan ini mampu mencapai tinggi hingga lebih dari 40 meter dengan diameter lebih dari 60 sentimeter. Kayunya memiliki sifat cukup kuat, ringan dan mudah dalam pengerjaannya.

Dalam dunia ilmiah kayu ini termasuk dalam kelas awet IV, kelas kuat III-IV dengan berat jenis 0,46. Karena sifatnya inilah geronggang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk pembuatan konstruksi ringan, jembatan, kapal, furnitur, flooring, panel, papan partikel, dan lain-lain.

Baca Juga: Pemanfaatan dan Pengembangan Hutan Mangrove di Taman Nasional Karimunjawa

Selain manfaat kayunya, geronggang juga memiliki manfaat lain yang cukup beragam, diantaranya adalah sebagai antimikroorganisme, antioksidan dan penangkal radikal bebas serta antikanker. Beberapa hasil penelitian setidaknya telah membuktikannya.

Tidak cukup sampai di situ, geronggang juga memiliki manfaat lainnya yang tidak kalah pentingnya, yakni berguna dalam mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan, karena ia merupakan tumbuhan asli rawa gambut dan relatif tahan terhadap genangan air.

Bertolak dari manfaatnya yang beragam dan sangat sesuai dengan kondisi lokal setempat, maka geronggang banyak dicari oleh masyarakat maupun pedagang, sehingga nilai komersilnya “terdongkrak” oleh permintaan pasar yang ada. Salah satu daerah (habitat alami) penghasil geronggang di Riau adalah Kabupaten Bengkalis.

Halaman:

Editor: Islaminur Pempasa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

Senin, 19 September 2022 | 11:03 WIB

KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap

Kamis, 15 September 2022 | 09:29 WIB

Pestisida Nabati Pengganti Pestisida Kimia

Rabu, 14 September 2022 | 11:04 WIB

Potensi Kayu Ules untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh

Selasa, 13 September 2022 | 08:36 WIB

Konsep Baru untuk Teknologi Restorasi Mangrove

Senin, 12 September 2022 | 08:44 WIB

Tanam Pinang untuk Selamatkan Lahan Gambut

Jumat, 9 September 2022 | 08:29 WIB

COVID-19 dan Potensi Bioetanol Hutan Tropis Kita

Kamis, 8 September 2022 | 10:50 WIB

Penanganan COVID-19 dalam Perspektif IAS

Jumat, 2 September 2022 | 10:40 WIB

Memformasikan Sains Membangun Standar LHK

Kamis, 1 September 2022 | 14:21 WIB

Faloak untuk Obati Hepatitis, Mitos atau Fakta?

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:03 WIB

Ratu Anggrek dari Sebangau

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 13:59 WIB

Pengembangan Kelor untuk Ekonomi Kreatif di Kampar

Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:23 WIB

Papan Serat Non Kayu Produk Furnitur Masa Depan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Laut Berbicara tentang Carbon Dioxide Removal (CBD)

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:35 WIB

Potensi Bambu sebagai Sumber Silika Ramah Lingkungan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:44 WIB

Cara Leuit Menghadapi Krisis Pangan

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:39 WIB

Moke, Nalo dan Makna Sosial Budaya yang Mengiringinya

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:48 WIB
X