• Senin, 26 September 2022

Pemanfaatan dan Pengembangan Hutan Mangrove di Taman Nasional Karimunjawa

Yudi Noorahman
- Senin, 15 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Mangrove yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa dibagi menjadi dua zona, yaitu zona rimba dan zona pemanfaatan darat.  (Balai Taman Nasional Karimunjawa)
Mangrove yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa dibagi menjadi dua zona, yaitu zona rimba dan zona pemanfaatan darat. (Balai Taman Nasional Karimunjawa)

Oleh: Susi Sumaryati, S.Pi., M.Eng.

PERINGATAN Hari Mangrove Sedunia jatuh pada 26 Juli. Tema yang diangkat pada peringatan tahun ini adalah “International Day of the conservation of the mangrove ecosystem”.

Tema ini sejalan dengan tugas yang diemban oleh Taman Nasional Karimunjawa.

Taman Nasional Karimunjawa memiliki lima tipe ekosistem yaitu, ekosistem terumbu karang, lamun, pantai, mangrove, dan hutan hujan tropis dataran rendah.

Luas hutan mangrove yang menjadi kawasan taman nasional adalah 222,20 hektare.

Penggalian potensi hutan mangrove di Taman Nasional Karimunjawa dilaksanakan pada tahun 2002 untuk mengetahui keanekaragaman, dominasi, penyebaran jenis, serta pemanfaatan yang ada di Taman Nasional Karimunjawa

Dalam pengelolaannya, mangrove yang masuk dalam kawasan taman nasional dibagi menjadi dua zona yaitu zona rimba dan zona pemanfaatan darat.

Mangrove yang berada di zona pemanfaatan darat dikembangkan untuk kepentingan kegiatan wisata alam, seperti rekreasi, jasa lingkungan, pendidikan, penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan, serta kegiatan penunjang budi daya.

Baca Juga: Mengenalkan Ekofeminisme di Ruang Belajar Perempuan Leuser untuk Percepatan Pemulihan Krisis Lingkungan

Halaman:

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mewujudkan Hutan Indonesia jadi Sumber Obat Dunia

Senin, 19 September 2022 | 11:03 WIB

KoFCo Nursery, Koleksi Dipterokarpa Terlengkap

Kamis, 15 September 2022 | 09:29 WIB

Pestisida Nabati Pengganti Pestisida Kimia

Rabu, 14 September 2022 | 11:04 WIB

Potensi Kayu Ules untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh

Selasa, 13 September 2022 | 08:36 WIB

Konsep Baru untuk Teknologi Restorasi Mangrove

Senin, 12 September 2022 | 08:44 WIB

Tanam Pinang untuk Selamatkan Lahan Gambut

Jumat, 9 September 2022 | 08:29 WIB

COVID-19 dan Potensi Bioetanol Hutan Tropis Kita

Kamis, 8 September 2022 | 10:50 WIB

Penanganan COVID-19 dalam Perspektif IAS

Jumat, 2 September 2022 | 10:40 WIB

Memformasikan Sains Membangun Standar LHK

Kamis, 1 September 2022 | 14:21 WIB

Faloak untuk Obati Hepatitis, Mitos atau Fakta?

Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:03 WIB

Ratu Anggrek dari Sebangau

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 13:59 WIB

Pengembangan Kelor untuk Ekonomi Kreatif di Kampar

Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:23 WIB

Papan Serat Non Kayu Produk Furnitur Masa Depan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Laut Berbicara tentang Carbon Dioxide Removal (CBD)

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:35 WIB

Potensi Bambu sebagai Sumber Silika Ramah Lingkungan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:44 WIB

Cara Leuit Menghadapi Krisis Pangan

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:39 WIB

Moke, Nalo dan Makna Sosial Budaya yang Mengiringinya

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:48 WIB
X