Minggu, 8 Desember 2019
News & Nature
Tapak

Experiencing Innovation of Sericulture

Sabtu, 23 November 2019

Promosi dan diseminasi hasil-hasil litbang dan inovasi, yang dikemas dalam acara yang santai, menarik, dan padat substansi

Mamay Maisaroh S.Hut, M.Si Mamay Maisaroh S.Hut, M.Si Kepala Subbidang Diseminasi Puslitbanghutan BLI KLHK

PUSAT Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghutan), Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  telah banyak menghasilkan inovasi. Beberapa inovasi yang banyak diminati  antara lain, telur  ulat sutera alam, inokulan gaharu budidaya, Anakan Rusa Timor, KTP Pohon (Kartu Identitas Pohon) dalam bentuk QR code, Benih Unggul tanaman hutan hasil Teknologi KoffCo, Obat penyakit karat Puru pada tanaman sengon, dan lain sebagainya.

Inovasi kelembagaan yang dikawal adalah Pusat Gambut Tropis Global (International Tropical Peatlands Center, ITPC), yang telah diluncurkan oleh Ibu Menteri LHK, bersama 3 negara lainnya yaitu Republik Kongo dan Demokratik Republik Kongo dan Peru, pada tanggal 30 Oktober 2018.

Berbagai inovasi ini perlu didukung dengan kegiatan promosi, hilirisasi dan diseminasi melalui penyebarluasan berbagai media komunikasi dan publikasi kepada masyarakat luas, baik secara langsung maupun digital, sebagai bagian dari upaya komunikasi secara terus menerus dan konsisten. Kegiatan promosi ini mempunyai tujuan untuk mengakselerasi aplikasi inovasi serta melancarkan dan memudahkan penggunaan yang tepat waktu dan sasaran.

Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, sebagai solusi inovatif dalam kendala dan tantangan lingkungan hidup dan kehutanan, serta kedepannya mendapat timbal balik (feedback) dari masyarakat dan dunia usaha untuk menjadi inspirasi bagi peluang-peluang penelitian selanjutnya, yang menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat.

Dalam upaya promosi ini tidak hanya inovasi saja yang penting, namun juga siapa yang menghasilkan, dan bagaimana inovasi itu dihasilkan. Tentunya kepakaran para peneliti menjadi hal yang tidak terpisahkan untuk dimunculkan dalam upaya diseminasi.

Mendukung hal tersebut, Puslitbanghutan melaunching Teras Inovasi, suatu inovasi kelembagaan, yang akan menjadi panggung promosi dan diseminasi hasil-hasil litbang dan inovasi, yang dikemas dalam acara yang santai, menarik, dan padat substansi.

Mengusung tema-tema keberhasilan implementasi aplikasi pemanfaatan hasil-hasil litbang dan inovasi dari Puslitbanghutan, Teras Inovasi diharapkan menjadi panggung pembuka jalan bagi promosi hasil-hasil litbang dan inovasi. Secara lokasi, Teras Inovasi beralamat di Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor.

Inovasi Persuteraan Alam Indonesia

Dalam launching Teras Inovasi ini, tema yang diusung adalah Experiencing Persuteraan Alam Indonesia. inovasi Perdana yang diusung dan telah berhasil diimplementasikan di beberapa tapak adalah jenis Ulat Sutera unggul (PS 01 dan BS 09) dan jenis tanaman Murbei unggul (SULI 01) sebagai pakan ulat sutera.

Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan utama dalam usaha hulu persuteraan alam di Indonesia, yaitu rendahnya produksi kokon per satuan luas (25 kg per 1 box telur), sehingga penghasilan yang didapatkan belum optimal, serta kualitas kokon yang dihasilkan banyak petani belum dapat memenuhi kriteria kokon sebagaimana yang diinginkan oleh pengrajin benang sutera, sehingga impor benang sutera alam masih sangat tinggi di Indonesia.

Sejak mulai diluncurkannya inovasi tersebut pada tahun 2013, telah dilakukan berbagai aplikasi di lapangan. Selama kurang lebih 6 (enam) tahun berjalan hingga saat ini, kedua inovasi ini terbukti dapat meningkatkan produksi kokon sebesar 39% dari produksi ulat sutera pada umumnya, serta menghasilkan 20% filamen benang lebih panjang. 

Keberhasilan ini dibuktikan oleh Kelompok Tani di Sukabumi dan Garut, Jawa Barat. Dengan demikian Petani sutera bisa mendapatkan alternatif tambahan pendapatan melalui produk kokon, benang sutera dan kain. Secara makro dalam 1 box telur menghasilkan sekitar 40 kg kokon, setara dengan 4 kg benang atau 40 m kain (10 kg kokon = 1 kg benang; 1 kg benang = 10 m kain). Pada gilirannya pengembangan sutera alam diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku kain.

Keberhasilan tersebut  perlu disebarluaskan agar dapat direplikasi di tempat-tenpat lain dan discale up secara luas.  Dalam hal ini, TERAS INOVASI menjadi tempat yang tepat untuk memfasilitasi hal ini. Acara yang pertama kali dilaksanakan di Teras Inovasi, pada tanggal 21 November 2019 ini mengusung tema “Experiencing Innovation of Sericulture”.

Dalam acara ini dibahas inovasi unggulan persuteraal alam, mulai dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan indukan, pakan, proses pengolahan kokon menjadi benang, hingga pemanfaatan benang sutera. Selain itu, terdapat beberapa produk lain dari Ulat Sutera yang dapat menjadi unggulan dalam aplikasi sehari-hari, sehingga kegiatan persuteraan alam adalah kegiatan zero waste yang banyak bermanfaat luas secara ekonomi dan lingkungan. Berbagai best practices hasi-hasil litbang dan inovasi lainnya dari Puslitbanghutan juga ditampilkan pada acara launching Teras Inovasi.

Tujuan Launching Perdana Teras Inovasi

Maksud kegiatan secara umum adalah launcing Teras Inovasi, sebagai panggung dan sarana mempromosikan inovasi, invensi, teknologi, dan jurnal dan buku Pengelolaan Hutan Tropis Indonesia. Untuk launching Teras Inovasi pertama kali ini akan mengusung tema experiencing persuteraan alam Indonesia, mulai dari hulu ke hilir mulai murbei dan ulat unggulan, yang dapat menjadi pilihan terbaik dalam  mendukung industri persuteraan alam.

Secara khusus Teras Inovasi kali ini mempromosikan:

1.    Keberhasilan inovasi Ulat Sutera dan Tanaman Murbei unggulan,
2.    Peluang kerja sama aplikasi inovasi Ulat Sutera dan tanaman Murbei unggulan, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional yaitu Perhutanan Sosial.

Output/hasil yang diharapkan

1.    Meningkatnya publikasi dan inovasi serta best practices hasil-hasil litbang dan inovasi
2.    Peningkatan hilirisasi inovasi,
3.    Terkomunikasinya panggung Teras Inovasi di media kabaralam.com dan media lain sebagai sarana komunikasi secara konsisten dan kolaborasi kedepan.

 



BAGIKAN

BAGIKAN