• Jumat, 9 Desember 2022

World Mangrove Center Indonesia Perkuat Dukungan Internasional

- Sabtu, 19 November 2022 | 20:31 WIB
Pusat Standardisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Pustarhut), Wening Sri Wulandari (ppid.menlhk.go.id)
Pusat Standardisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Pustarhut), Wening Sri Wulandari (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Pusat Standardisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Pustarhut) menggelar talkshow "World Mangrove Center: An Integrated and Sustainable Mangrove Management, International Support for Indonesia's FOLU Net Sink 2030" di salah satu sesi COP27 UNFCCC di Sharm El Sheikh, Mesir, Selasa, 15 November 2022 lalu.

Kepala BSILHK Ary Sudijanto menjadi pembicara kunci. Empat pemateri lainnya adalah Ayu Dewi Utari (Sekretaris Utama BRGM), Wening Sri Wulandari (Kepala Pustarhut), Barbara Schnell (Policy of Development Sector KfW), dan Virni Budi Arifanti (Peneliti Senior BRIN). Sesi paparan dan diskusi dipandu oleh Haruni Krisnawati dari BRIN.

Kepala BSILHK Ary Sudijanto menegaskan, Indonesia menaruh perhatian besar terhadap perlindungan ekosistem mangrove, yang mampu menyimpan cadangan karbon 3-5 kali lebih banyak dibanding tipe hutan tropis lainnya.

Baca Juga: Rek-rekan dan Elang Jawa Satwa Prioritas, Ini Gambaran Kekayaan Fauna Taman Nasional Gunung Merbabu

“Sebagai pemilik hutan mangrove sebesar 23% dari mangrove dunia dengan keragaman flora dan fauna, serta concern yang tinggi terhadap perlindungan mangrove, Indonesia mengembangakan inisiatif pembangunan World Mangrove Center,” ungkap Ary Sudijanto seperti dikutip KABARALAM.com dari siaran pers KLHK, Sabtu, 19 November 2022.

Kemudian, Ayu Dewi Utari mengatakan, salah satu strategi Indonesia dalam pencapaian target FOLU Net Sink 2030 adalah menargetkan restorasi seluas 600.000 hektare hutan mangrove, pada periode 2021-2024, termasuk di dalamnya kegiatan reforestasi, rehabilitasi dan perlindungan ekosistem mangrove.

Upaya tersebut, menurut Ayu memerlukan partisipasi aktif dan kolaborasi dari berbagai stakeholder.

Baca Juga: Yuk Kunjungi Hutan Mangrove Kasih Sayang di Desa Mundu Pesisir Cirebon!

Sementara, Virni Budi Arifanti mengatakan, pengelolaan mangrove menghadapi tantangan dari aspek teknis yaitu adanya konversi mangrove.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wamen LHK Tutup Paviliun Indonesia di COP27 Mesir

Jumat, 18 November 2022 | 20:40 WIB
X