• Kamis, 1 Desember 2022

6 Tips Menerapkan Prinsip Perjalanan Berkelanjutan, Apa Saja yang Mesti Dilakukan?

- Sabtu, 24 September 2022 | 09:57 WIB
Taman Wisata Alam Angke Kapuk di Jakarta. Melakukan perjalanan yang berkelanjutan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. (ppid.menlhk.go.id)
Taman Wisata Alam Angke Kapuk di Jakarta. Melakukan perjalanan yang berkelanjutan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. (ppid.menlhk.go.id)


KABAR ALAM - Setiap aktivitas perjalanan, baik jauh maupun dekat dengan menggunakan kendaraan berkontribusi meningkatkan emisi karbon.

Tanpa sadar, kegiatan perjalanan berkendara sehari-hari mempercepat terjadinya perubahan iklim dari emisi karbon yang dihasilkan.  

Mulai sekarang, perlu strategi agar perjalanan Anda lebih menyenangkan sekaligus tidak menghasilkan emisi karbon berlebihan.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah melakukan perjalanan berkelanjutan.

Bagi Anda yang belum mencoba, berikut 6 tips penerapan prinsip perjalanan berkelanjutan seperti dirangkum dari laman Mental Floss.

Baca Juga: Menparekraf Dorong Destinasi Wisata di Indonesia Gunakan Kendaraan Listrik

1. Gunakan transportasi umum

Melakukan perjalanan dengan memakai mobil pribadi memang nyaman. Namun, rata-rata, setiap kendaraan individu melepaskan sekitar 1 pon CO2 per mil. Dengan memakai transportasi umum seperti kereta api dan bus dapat mengurangi produksi karbon sebanyak 45 persen. Tidak banyak mobil pribadi di jalan raya juga mengurangi kemacetan lalu lintas dan berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik. Jika bepergian dengan pesawat, pilihlah maskapai penerbangan yang ramah karbon.

2. Berjalan kaki atau bersepeda

Pertimbangkan untuk berjalan kaki atau bersepeda saat melakukan wisata di tempat liburan. Berjalan atau bersepeda lebih ramah lingkungan, baik untuk kesehatan, dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menikmati pemandangan.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Pengembangan Wisata Alam di Desa Wisata Campaga

3. Hindari produk sekali pakai

Orang yang melakukan perjalanan butuh air minum. Praktisnya, mereka membeli air minum dalam botol plastik atau menyeduh kopi instan. Setelah selesai minum, akan meninggalkan sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan sampah. Plastik adalah bahan yang sulit untuk didaur ulang. Bawalah botol air atau cangkir kopi dari rumah yang dapat digunakan kembali saat Anda bepergian.

4. Menghemat energi

Sebelum pergi, cabut kabel semua perangkat elektronik yang tidak diperlukan. Sementara, saat bepergian, pertimbangkan untuk menggunakan pengisi daya tenaga surya agar perangkat elektronik Anda tetap menyala. Anda juga dapat menghemat air dengan mandi lebih singkat dan meminta hotel untuk tidak mengganti seprai dan handuk Anda sesering mungkin. Pastikan untuk mematikan atau mengurangi AC atau panas saat Anda sedang pergi dari kamar penginapan.

5. Dukung penduduk lokal

Bila melakukan perjalanan wisata, dukunglah penduduk lokal dengan mempertimbangkan mencari pemandu lokal atau tinggal di rumah mereka (homestay). Hal ini memungkinkan Anda untuk belajar tentang komunitas lokal dan membantu roda perekonian mereka.

Baca Juga: Perhutani Perpanjang Kerja Sama dengan Pengelola Wisata Grafika Cikole

6. Pilih perjalanan berdampak rendah terhadap lingkungan

Saat bersiap memilih tujuan dan aktivitas perjalanan Anda, pertimbangkan untuk memilih opsi yang berdampak rendah terhadap lingkungan. Anda dapat memilih untuk berkemah atau pergi ke tempat yang lebih dekat dari rumah.***

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: Mental Floss

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dari Spanyol, Pemain Persib Sampaikan Pray for Cianjur

Senin, 21 November 2022 | 22:01 WIB

Mengenal Selo, Jalur Pendakian Favorit Gunung Merbabu

Minggu, 13 November 2022 | 20:54 WIB
X