• Jumat, 30 September 2022

Manggala Agni, Dua Dekade Menjadi Ujung Tombak Pengendali Karhutla Indonesia

- Selasa, 13 September 2022 | 18:02 WIB
Manggala Agni menjadi ujung tombak pengendali karhutla di Indonesia. Manggala Agni merayakan ulang tahun ke-20, Selasa 13 September 2022. (Instagram @kementerianlhk)
Manggala Agni menjadi ujung tombak pengendali karhutla di Indonesia. Manggala Agni merayakan ulang tahun ke-20, Selasa 13 September 2022. (Instagram @kementerianlhk)


KABAR ALAM - Hari ini, 13 September 2022, dua dekade sudah Manggala Agni mengemban tugasnya.

Ya, brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut merayakan ulang tahunnya yang ke-20.

Sejak dibentuk Departemen Kehutanan pada tanggal 13 September 2002, Manggala Agni terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (dalkarhutla) yang dapat diandalkan.

Seperti dikutip dari akun Youtube Sipongi KLHK, Manggala Agni menjadi ujung tombak dalam pencegahan, pemadaman, penanganan pascakebakaran, dukungan evakuasi, dan penyelamatan.

Baca Juga: Dapatkan Bibit Pohon Gratis dari KLHK, Caranya Mudah, Simak di Sini

Dalam bertugas, anggota Manggala Agni dibekali dengan janji suci yang tertuang dalam Panca Bhakti Manggala Agni.

Pada awal dibentuk Manggala Agni memiliki 21 daerah operasi (Daops) di lima provinsi.

Namun, saat ini telah berkembang menjadi 37 daerah operasi di bawah KLHK yang tersebar di 11 provinsi rawan karhutla.

Tiga unit daerah operasi berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan 34 unit daerah operasi di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim.

Manggala Agni memiliki lambang bergambar empat bujur sangkar merah yang di dalamnya terdapat gambar maskot Sipongi dan nyala api. Sementara, di bawahnya tertulis teks MANGGALA AGNI berwarna hijau.

Baca Juga: Pertama Kali di Dunia, KLHK Melepasliarkan 3 Lumba-lumba yang Lama Dijadikan Atraksi Hiburan

Sipongi diambil dari nama satwa endemik Indonesia, Pongo pygmaeus atau orangutan.

Nama Manggala Agni diambil dari bahasa Sanskerta. Manggala bermakna panglima, sedangkan agni artinya api. Kalau digabung, memiliki arti "panglima api".

Makna yang tersirat dalam kata tersebut adalah sebagai panglima harus mampu mengendalikan api.

Pasukan Manggala Agni tidak akan pernah berhenti mencegah terjadinya titik api. Terus berjuang agar langit Indonesia tetap biru, tanpa asap.

Profesionalitas Manggala Agni dalam bekerja didukung dengan sarana dan prasarana seragam kerja yang dilengkapi dengan alat pelindung diri, seperangkat peralatan kebakaran, kendaraan bermotor dan mobil pemadam kebakaran.

Di bengkel kerja alat-alat tersebut selalu dicek fungsinya dan diperbaiki jika ada kerusakan.

Fisik anggota pun selalu ditempa dengan selalu ruitn melakukan latihan olah raga.

Baca Juga: Serentak Digelar 10-25 September 2022, Ini Makna Tema World Cleanup Day Indonesia 2022

Sementara, kegiatan pemantauan titik panas (hotspot) dilakukan anggota Manggala Agni melalui karhutla monitoring sistem aplikasi Sipongi.

Sipongi yang dikembangkan Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, menjadi rujukan utama informasi karhutla di Indonesia.

Publik dapat langsung mengakses informasinya setiap saat melalui laman sipongi.menlhk.go.id.

Sistem informasi Sipongi menjadi dasar untuk mencegah terjadinya karhutla melalui deteksi dini titik panas, serta menjadi sumber informasi paling valid untuk masyarakat.

Sipongi memiliki sumber data yang berasal dari empat satelit yaitu Terra Aqua, NOAA, SNPP, dan Landsat 8, serta data cuaca dari BMKG.

Data dalam Sipongi juga lebih akurat karena mengandung informasi tentang lokasi hingga tingkat desa beserta status lahannya.

Dirgahayu yang ke-20 Manggala Agni, Teguh Berbakti, Tangguh Mengabdi.***

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: Youtube Sipongi KLHK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terungkap, Wapres RI Ternyata Merawat Aglaonema Juga

Rabu, 28 September 2022 | 07:39 WIB
X