Sejarah Panjang Taman Nasional Gunung Merbabu Sejak Era Kolonialisme Belanda

- Rabu, 30 November 2022 | 11:58 WIB
Puncak Gunung Merbabu (merbabu.com)
Puncak Gunung Merbabu (merbabu.com)

KABAR ALAM - Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK. 3623/Menhut-VII/KUH/2014 tertanggal 6 Mei 2014.

Kendati demikian, sejarah kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) sudah dimulai sejak penetapan kawasan hutan pada masa Pemerintahan Belanda di lingkup Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Semarang.

Mengutip laman resmi Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), kawasan hutan yang berada di Kabupaten Magelang semula ditetapkan sebagai kawasan hutan tutupan oleh Pemerintah Belanda melalui proces verbaal grensregeling tanggal 27 Agustus 1908.

Baca Juga: Byurrr… Basah-basahan di Objek Wisata Cipaniis Kuningan, Merasakan Sensasi Mata Air yang Menyegarkan

Sebagian kawasan hutan komplek Gunung Merbabu yang berada di Kabupaten Magelang berdasarkan Gouverneur Besluit Nomor 41 tahun 1900 ditetapkan sebagai hutan lindung.

Adapun kawasan hutan yang berada di Kabupaten Semarang termasuk di dalamnya enclave Lelo dan Thekelan ditetapkan sebagai hutan lindung melalui proces verbal van grensregeling tanggal 19 Mei 1915.

Untuk kawasan hutan kompleks Gunung Merbabu yang berada di wilayah Kabupaten Boyolali ditetapkan sebagai Hutan Larangan Gunung Merbabu melalui proces verbaal grensproject pada tanggal 22 November 1930.

Baca Juga: Waduk Darma, Destinasi Wisata Alam di Kuningan yang Tak Boleh Terlewatkan

Pada tahun 1959-1963, kawasan hutan di bawah pengelolaan Dinas Kehutanan Tk. II yaitu oleh Kepala Daerah Magelang dan Kepala Daerah Surakarta. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1963 pengelolaan hutan diserahkan kepada perusahaan kehutanan negara, sehingga mulai tahun 1963-1974 dikelola oleh Perusahaan Negara Perhutani.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X