• Jumat, 30 September 2022

Hari Badak Sedunia Diperingati Setiap 22 September, Simak Sejarah dan Tujuan Pelaksanaannya

- Rabu, 21 September 2022 | 21:35 WIB
Badak sumatera di Suaka Rhino Sumatera TN Way Kambas (SRS TNWK).  (Twitter @KementerianLHK)
Badak sumatera di Suaka Rhino Sumatera TN Way Kambas (SRS TNWK). (Twitter @KementerianLHK)


KABAR ALAM - Setiap tahun pada tanggal 22 September diperingati sebagai Hari Badak Sedunia.

Hari Badak Sedunia pertama kali dirayakan pada tanggal 22 September 2011, tetapi pertama kali diumumkan oleh World Wildlife Afrika Selatan pada tahun 2010.

Butuh upaya bersama Lisa Jane Campbell dari Chishakwe Ranch di Zimbabwe dan Rhishja Cota untuk mencapai prestasi ini pada tahun 2011.

Momentum Hari Badak Sedunia ini menciptakan jalan bagi siapa pun untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hewan eksotis yang hampir punah ini.

Baik lembaga maupun individu bersatu dan mencari cara baru untuk menghentikan praktik perburuan liar dan melestarikan badak.

Baca Juga: Merdekasari Tertangkap Kamera, Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Bertambah Menjadi 77 Individu

Seperti disadur dari National Today, selama bertahun-tahun, badak telah diburu oleh pemburu untuk diambil cula dan darahnya.

Cula dan darah badak banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Asia karena diyakini mengandung obat untuk kanker, demam, kejang, dan untuk meningkatkan kejantanan pria.

Sangat penting bagi organisasi terkait, pusat konservasi satwa liar, LSM, kebun binatang, dan individu yang peduli mencari cara yang efektif untuk menghentikan perburuan badak dan melestarikan spesies yang terancam punah ini.

Badak adalah mamalia besar yang termasuk dalam famili rhinocerotidae.

Mereka tidak memiliki predator alami kecuali manusia. Spesies badak di seluruh dunia berada di ambang kepunahan.

Lebih dari 7.000 badak hilang akibat perburuan antara tahun 2008 hingga 2017 di Afrika Selatan yang merupakan rumah bagi lebih dari 70% populasi badak dunia.

Malah, ada tahun 2011, spesies badak hitam Afrika dinyatakan punah.

Baca Juga: Perkenalkan Bacuya, Badak Jawa yang Jadi Maskot Piala Dunia U20 2023 di Indonesia

Setiap hari, sekitar tiga badak dibunuh dan diburu untuk diambil culanya.

Pemburu menggunakan obat penenang untuk melumpuhkan badak dan memotong culanya secara tidak manusiawi.

Badak tersebut kemudian dibiarkan mati kehabisan darah. Kebanyakan pemburu liar dipersenjatai dengan senjata canggih.

Hari Badak Sedunia bisa dijadikan momen oleh kita untuk melestarikan satwa luar biasa ini.***

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: National Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X