• Jumat, 30 September 2022

Termasuk Burung Elang dan Rangkong, BKSDA Jambi Lepasliarkan 6 Satwa Dilindungi di KPH II dan III Bungo

- Kamis, 15 September 2022 | 15:50 WIB
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melepasliarkan, Rabu, 14 September 2022 (ppid.menlhk.go.id)
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melepasliarkan, Rabu, 14 September 2022 (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melepasliarkan seekor beruang madu (Helarctos malayanus), seekor owa ungko (Hylobates agilis), seekor burung elang (Ictinaetus sp.), seekor burung rangkong (Buceros sp), dan dua ekor kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) di Kawasan Produksi KPH unit II dan III Bungo, Jambi, Rabu, 14 September 2022.

Lokasi pelepasliaran beruang madu, owa, burung, dan kucing kuwuk itu merupakan bagian kesatuan ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan cocok sebagai habitat satwasatwa tersebut dan dengan jarak yang cukup jauh dari pemukiman penduduk.

“Kami berharap satwa-satwa tersebut akan survive dan berkembang biak di alam,” ujar Plt. Kepala BKSDA Jambi, Teguh Sriyanto soal pelepasliaran beruang madu, owa, burung, dan kucing kuwuk dalam siaran pers KLHK, Kamis, 15 September 2022.

Baca Juga: Dukung FOLU Net Sink 2030, Pemerintah Standarkan Pengelolaan Gambut Berkelanjutan dengan Konsep 4N, Apa Itu?

Teguh mengatakan, BKSDA Jambi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu berperan aktif menjaga habitat dan melestarikan satwa liar.

Satwa beruang madu yang dilepasliarkan kali ini merupakan hasil penyelamatan pada tanggal 15 Juni 2022 di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo. Pada saat diselamatkan, beruang madu itu mengalami luka (patah tulang) pada kaki depan sebelah kanan.

Selama berada di TPS, beruang tersebut dilakukan pengobatan berupa operasi bedah tulang (orthopedi) dengan menggunakan pemasangan pelate untuk menyatukan tulang beruang oleh Dr. Andreas Messikomer, spesialis traumatology et chir dari Switzerland bersama tim medis TPS BKSDA Jambi dan FZS (Frankfurt Zoological Society).

Baca Juga: BKSDA Sumbar Segera Buka TWA Gunung Marapi, Simak Aturan Baru Pendakiannya

Selain itu, seluruh satwa yang dilepas liarkan tersebut juga telah mendapatkan pengkayaan perilaku dengan pemberian perlakuan-perlakuan untuk merangsang kemampuan mencari makan di alam liar dan diupayakan pengurangan kontak dengan manusia.***

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X