Selain Kebun Raya, Potensi Biodiversity Kuningan juga Tersimpan di Kawasan Gunung Tilu

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Selasa, 5 September 2023 | 13:03 WIB
Proses pelepasan Ifan dan Kokom, pasangan owa jawa di Cagar Alam Gunung Tilu, Jawa Barat. (Instagram @bbksda_jabar)
Proses pelepasan Ifan dan Kokom, pasangan owa jawa di Cagar Alam Gunung Tilu, Jawa Barat. (Instagram @bbksda_jabar)


KABAR ALAM - Selain Kebun Raya Kuningan (KRK) yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan juga punya potensi biodiversity yang luar biasa.

Dari sisi pengelolaan, hutan Gunung Tilu berada di bawah Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Cimara Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Cibingbin Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kuningan. Luasnya mencapai 1.007,77 ha.

Secara administratif, hutan Gunung Tilu berada di Desa Cimara (Kecamatan Cibeureum), Desa Jabranti, Desa Indrahayu (Kecamatan Karangkancana), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Baca Juga: Curug Payung, Air Terjun Eksotis di Pedalaman Gunung Manik Kuningan

Dikutip dari laman kehati.or.id, Gunung Tilu memiliki keanekaragaman jenis flora dan fauna yang sangat beragam. Hal ini dipengaruhi kondisi habitat yang beragam seperti hutan produksi, hutan lindung, sungai, hingga area persawahan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Hendrayana et al., (2019) pada kawasan Gunung Tilu terdapat 145 jenis tumbuhan kategori pohon, 159 jenis kategori tiang, 140 jenis kategori pancang dan 141 jenis kategori semai.

Jenis-jenis tersebut termasuk dalam 42 Famili. Euphorbiaceae dan moraceae merupakan famili yang memiliki jumlah jenis tumbuhan terbanyak yaitu sebanyak 13 dan 12 jenis.

Baca Juga: Menyatu dengan Alam, Kafe di LQ Forest Kuningan Recommended untuk Penyuka Kealamian

Menurut Sudarmono et al, (2014), kawasan Hutan Lindung Gunung Tilu Kabupaten Kuningan hanya 5,2 persen sebagai obat dan 9,2 persen (84 individu) tersebar pada 13 suku.

Akan tetapi keanekaragaman hayati yang melimpah di Gunung Tilu terutama mengenai tumbuhan obat tidak diiringi dengan pelestarian yang baik.

Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat akan konservasi sangat rendah, Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap potensi keberadaan tumbuhan obat di kawasan Gunung Tilu, dan tidak adanya pemanfaatan secara berkelanjutan terhadap pemanenan tumbuhan obat yang ada di kawasan Gunung Tilu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X