Kamis, 4 Juni 2020
News & Nature
Konservasi

Ayam Hutan Hijau Berkeliaran Bebas di TN Kelimutu

Senin, 20 April 2020

Ayam Hutan di Taman Nasional Kelimutu adalah jenis Ayam Hutan Hijau (Gallus varius), satu dari tiga spesies ayam hutan asli Indonesia.

Ayam Hutan Hijau Berkeliaran Bebas di TN Kelimutu
Balai TN Kelimutu
Ayam hutan hijau (Gallus varius)

Penutupan kawasan Taman Nasional Kelimutu dalam rangka mencegah penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 sejak akhir April 2020 lalu, berdampak pada ekosistem di dalam taman nasional, terutama kebebasan gerak satwanya. Hal serupa juga dilaporkan di banyak kawasan di dunia, ketika satwa liar mengisi area-area yang biasanya dikunjungi manusia.

Dari pemantauan petugas Taman Nasional Kelimutu, Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/4/2020) kondisi yang ada benar-benar memberikan kebebesan kepada satwa terutama ayam hutan untuk bergerak bebas di lingkungan yang biasa banyak dilintasi manusia untuk berwisata.  Beberapa ekor Ayam Hutan tampak berkeliaran di jalan setapak menuju puncak Taman Nasional Kelimutu.

______________________________________________________________

Baca juga: Rumah Elang Flores di Taman Nasional Tambora

______________________________________________________________

Hal ini menarik karena sebelumnya Ayam Hutan sulit dilihat oleh petugas ataupun Pengunjung di areal TN Kelimutu. Petugas bahkan mengabadikan satwa ini. Selain itu petugas juga menemukan bekas sarang Ayam Hutan yang telah dierami di jalur trekking menuju danau pada beberapa hari sebelumnya.

Ayam Hutan di TN Kelimutu adalah jenis Ayam Hutan Hijau (Gallus varius), satu dari tiga spesies ayam hutan asli Indonesia. Ayam Hutan Hijau tersebar hanya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara saja dengan habitatnya pada tanah terbuka atau di pinggiran hutan. Ayam Hutan Hijau umumnya ditemui di wilayah dengan ketinggian 1.500 sampai dengan 3.000 meter dari permukaan laut.

Ayam hutan hijau memiliki ukuran panjang 60 cm pada ayam jantan dan 42 cm pada ayam betina. Berbeda dengan ayam hutan merah, ayam hutan hijau memiliki jengger yang tidak bergerigi. Jenggernya berbentuk membulat pada bagian tepi, berwarna merah dan kebiruan di bagian tengah.

Pada pagi dan sore ayam akan mencari makanan berupa biji-bijian, pucuk rumput dan daun, serta serangga. Ayam hutan hijau hidup berkelompok yang terdiri dari dua hingga tujuh anggota.

_______________________________________________________

Baca juga: Dari Harimau sampai Tapir, Ini Hasil Camera Trap

_______________________________________________________

Di kawasan TN Kelimutu keberadaan ayam hutan ini umumnya di jalan trekking, tangga parkiran dan jalur emergency. Hanya karena tingginya aktivitas manusia sehingga mereka biasa bersembunyi di hutan sekitar areal wisata kawasan TN Kelimutu.  

Secara umum untuk sementara belum diketahui secara khusus tentang Ayam Hutan di TN Kelimutu, hal ini bisa menjadi tantangan untuk penelitian lebih lanjut terutama dalam pengenalan tentang ayam Hutan di TN Kelimutu.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR