Selasa, 31 Maret 2020
News & Nature
Konservasi

Di Sini Makam "Bapak Ular Indonesia"

Kamis, 26 Maret 2020

Jerman ingin lanjutkan kerja sama penelitian reptil

Di Sini Makam "Bapak Ular Indonesia"
lipi.go.id

Bagi masyarakat yang menyukai keberagaman flora di Indonesia, Kebun Raya Bogor tentu sudah tidak asing lagi. Sejak berdiri pada 18 Mei 1817, Kebun Raya Bogor berkembang dari sebuah tempat aklimatisasi tumbuhan tropika menjadi pusat riset botani tropika dunia.

Kebun Raya Bogor memang tempatnya konservasi keanekaragaman tumbuhan. Hingga saat ini, hampir 90 persen  flora hutan tropis kawasan fitogeografi Malesia yang mewakili kawasan Indonesia, Malaysia,  Brunei, Timor Leste , Filipina, dan Papua Nugini sudah dikoleksi Kebun Raya Bogor.

Baca juga: Ini Afrika di Pulau Jawa

Tetapi ada yang mungkin belum banyak kita tahu, bahwa di kebun raya seluas 87 hektare yang menjadi destinasi wisata edukasi konservasi ini ada makam seorang ahli ular berkebangsaan Jerman.

Ya, ahli dalam penelitian ular, bahkan disebut sebagai “Bapak Penelitian Ular” Indonesia.

Namanya Heinrich Boie.  

Jangan khawatir jadi ketinggalan berita, karena seorang pejabat Kedutaan Besar Republik Federal Jerman sempat terkejut mengetahui bahwa seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman menjadi tokoh ular kenamaan di Indonesia yang dimakamkan di Kebun Raya Bogor.

Setelah mengetahui keberadaan makam Heinrich Bole ini, pihak kedutaan langsung mendatangi kebun raya untuk melakukan pengecatan dan pemasangan nisan Heinrich Boie di Komplek Pemakaman Belanda, Kebun Raya Bogor, pada Senin (20/1/2020).

Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Amir Hamidy mendukung pemugaran makam Heinrich Bole sebagai penghormatan atas dedikasi Boie dalam bidang penelitian binatang melata di Indonesia.

Menurut Amir, setidaknya ada 48 ular Indonesia yang sudah dideskripsikan oleh Heinrich Boie.

“Saya banyak menggunakan penelitian Boie sebagai referensi, seperti tulisan saya tentang kobra jawa atau  Naja sputatrix. Ular tersebut dideskripsikan oleh beliau,” ujar Amir dikutip lipi.go.id.

Tidak sekadar melakukan pemugaran makam, pihak kedutaan besar Jerman juga mengajak untuk terus mengembangkan penelitian di Indonesia.

Baca juga: Di Halimun Salak, Ular Sanca dan Kobra Dilepas

“Kami berharap rekam jejak Heirich Boie selama melakukan kegiatan penelitian hewan reptilia, khususnya ular, dapat ditindaklanjuti melalui ekspedisi atau kegiatan penelitian bersama antara peneliti reptil dari Indonesia dan peneliti reptil dari Jerman,” kata Cultural and Press Affairs Kedutaan Besar Republik Fedeeral Jerman, Marc Seamann.

Sumber: Makam Bapak Ular Indonesia di Komplek Pemakaman Belanda Kebun Raya Bogor 

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR