Selasa, 31 Maret 2020
News & Nature
Konservasi

Satwa Dilindungi juga Terdampak Covid-19

Selasa, 24 Maret 2020

Dirjen KSDAE Turun Tangan Bantu Perawatan Satwa

Satwa Dilindungi juga Terdampak Covid-19
KSDAE KLHK

Kulonprogo – Sebanyak 145 individu satwa di Taman Satwa Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) terancam kehilangan dana perawatan akibat penyebaran virus Corona. Sebagian besar satwa yang dirawat di Dusun Paingan Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih  Kabupaten Kulon Progo tersebut merupakan satwa dilindungi.

Dalam rangka penyelamatan satwa di Taman Satwa tersebut, Direktur Jenderal KSDAE, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Balai KSDA Yogyakarta, Subdit Pengawetan Jenis Direktorat KKH, Ketua YKAY, dan Manager Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) melakukan pertemuan di Kulon Progo, Sabtu (21/3/2020).

Baca juga: Surili yang Tak Ingin Mengganggu

Dana untuk perawatan satwa yang ada selama ini berasal dari relawan berbayar. Kebutuhan dana untuk bulanan berkisar antara Rp. 80.000.000,- s/d Rp. 100.000.000,-. Akibat adanya virus corona (Covid-19), semua relawan berbayar membatalkan kegiatan di YKAY atau dikenal dengan Wildlife Rescue, sehingga dana untuk perawatan satwa tersebut tidak ada.

Dalam upaya membantu mencari solusi, pada awal Maret 2020, Balai KSDA Yogyakarta melakukan monitoring evaluasi kondisi WRC yang hasilnya disampaikan ke Dirjen KSDAE.  Selanjutnya pada 18 Maret 2020  dilakukan rapat di Direktorat Jenderal KSDAE yang dilanjutkan dengan pertemuan dan peninjauan lokasi pada 20-21 Maret 2020.

Agenda pertemuan kali ini adalah membahas pengelolaan Taman Satwa YKAY dan Pembiayaan operasional YKAY. “Saya meminta Balai KSDA Yogyakarta untuk selalu berkoordinasi dengan YKAY dalam rangka mendukung secara konkrit pengelolaan Taman Satwa YKAY. Dalam hal dukungan biaya operasional YKAY, diperlukan mobilisasi pendanaan disamping pengusulan revisi anggaran,” kata Dirjen KSDAE, Wiratno.

Baca juga: Akhirnya, Sugeng dan Wilujeng Menikmati Kebebasan

Pada pertemuan tersebut, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi memerintahkan staf perencana untuk segera melakukan revisi anggaran agar dapat membantu operasional berupa pakan, obat-obatan dan upah perawat satwa  YKAY.

“Saat ini YKAY berada dalam kondisi force majeure. Perlu langkah-langkah konkret untuk menyelamatkannya. Saya minta kepada staf perencana untuk melakukan revisi anggaran DIPA Tahun 2020 dalam rangka membiayai operasional YKAY,” kata Wahyudi.

Untuk mengurangi beban operasional perawatan satwa, Balai KSDA Yogyakarta bersama dengan YKAY segera menyusun rencana pelepasliaran dan translokasi satwa yang layak. Sedangkan untuk perubahan YKAY dari lembaga konservasi umum ke lembaga konservasi khusus, diminta   YKAY selaku pemegang izin Lembaga Konservasi untuk segera mengusulkannya.

Melalui kerjasama yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan kesulitan YKAY yang sedang dihadapi saat ini akan dapat segera diatasi. “Semoga dengan  kerja  sama dan koordinasi yang baik, krisis YKAY akan segera teratasi,”  kata Wahyudi. (Kusmardiastuti-PEH Balai KSDA Yogyakarta)*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR