Selasa, 31 Maret 2020
News & Nature
Konservasi

Surili yang Tak Ingin Mengganggu

Senin, 23 Maret 2020

Status konservasinya dilindungi oleh Keputusan KLHK dan IUCN Red List of Threatened Species

Surili yang Tak Ingin Mengganggu
lipi.go.id

Awal tahun ini, masyarakat Cianjur, Jawa Barat dikejutkan dengan munculnya tiga ekor monyet suril atau lutung surili (Presbytis comata) yang berkeliaran di kawasan perumahan.

Tentu saja bukan hal yang biasa, apalagi surili termasuk satwa yang sangat dilindungi. Status konservasinya dilindungi oleh Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, CITES (2019) dan IUCN Red List of Threatened Species (2019).

Dari mana asalnya?

Peneliti mamalia dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ibnu Maryanto dikutip lipi.go.id, berpendapat monyet surili yang berkeliaran di perumahan tersebut merupakan peliharaan yang dilepaskan oleh pemiliknya. 

Baca juga: Kelelawar bukan 'Kambing Hitam' Covid-19

Secara morfologi, monyet surili mempunyai ciri-ciri punggung dan bagian dagu berwarna abu-abu, dan berwarna putih pada dada, perut, bagian dalam lengan, serta kaki.

Jambul di kepala berwarna hitam, tidak dijumpai warna putih di bagian dahi, pipi kehitaman, ekor berwarna gelap pada bagian atas dan terang di bagian bawah, dan iris mata berwarna kecoklatan.

“Panjang badan monyet Surili berkisar antara 430-600 mm dengan panjang ekor 560-720 mm, dan bobot badan dapat mencapai 6,5 kgm” papar Ibnu.

Spesies ini memiliki kemiripan dengan Presbytis hosei dari dahi dan pipi yang  berwarna putih, dan ekor yang berwarna abu-abu.

Baca juga: Akhirnya, Sugeng dan Wilujeng Menikmati Kebebasan

Habitat asli monyet ini adalah hutan primer, hutan sekunder, dan hutan bakau, mulai dari pinggir pantai hingga pada ketinggian 250 meter – di atas 2.500 meter dari permukaan laut. surili masih terlihat di Gunung Sawal, Ciamis, Gunung Lawu, Gunung Slamet, dan Dieng.
 

“Seringkali dijumpai juga di hutan yang berbatasan dengan kebun. Sering membentuk kelompok dengan jumlah 4-5 hingga 10-15 individu per kelompok," ujar Ibnu.

Kendati tidak berbahaya, tiga monyet surili ini yang berkeliaran tidak pada habitat aslinya ini meresahkan warga karena dianggap mengganggu tumbuhan budidaya milik warga.

“Makanan monyet ini adalah buah-buahan dan daun-daunan hutan. Saat berkeliaran di masyarakat dia jadi memakan tumbuhan  budidaya warga,” ujar Ibnu.

Sumber: Mengenal Surili, Penghuni Hutan Gunung



BAGIKAN

BERI KOMENTAR