Selasa, 31 Maret 2020
News & Nature
Konservasi

Penyu Sisik ‘Terpaksa’ Bertelur di Urugan Pasir

Rabu, 18 Maret 2020

Membiarkan urugan pasir Pulau Pramuka menjadi pantai yang akan menjadi nesting area Penyu Sisik, merupakan tindakan yang lebih bijak

Penyu Sisik ‘Terpaksa’ Bertelur di Urugan Pasir
ppid.menlhk.go.id

Kepulauan Seribu – Sebanyak 156 butir telur Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) berhasil diselamatkan petugas Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (10/3/2020).

Temuan ini menjadi perhatian karena arena telur-telur penyu tersebut ditemukan petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Pulau Pramuka dari sarang yang berada di area urugan pasir hasil pendalaman kolam labuh di sebelah Timur Pulau Pramuka.

Bukan kali ini saja petugas menemukan adanya telur penyu sisik di area urugan pasir kolam labuh ini. Bulan lalu merekapun menemukan adanya sarang berisi telur penyu sisik.

Urugan pasir di sekitar kolam labuh ini adalah imbas dari proses pembuatan kolam labuh untuk pendalaman alur kapal yang dibuat pada 2017 oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, yang hingga kini belum ditata.

Keberadaan sarang telur penyu sisik di area urugan pasir kolam labuh ini diduga karena keberadaan luasan pantai alami di sekitar Pulau Pramuka sudah menyusut drastis. Salah satu sebabnya adalah keberadaan urugan pasir tadi.

Secara alamiah, Penyu akan kembali ke kampung halamannya (tempat semula) ketika akan bertelur. Hal ini menunjukkan bahwa dulunya pulau Pramuka masih mempunyai pantai berpasir yang baik dan sesuai sebagai tempat penyu bertelur.

Untuk mendukung kelestarian Penyu sisik sebagai satwa dilindungi, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan anggota DPRD DKI. Diharapkan mereka mendukung upaya untuk tidak membangun bangunan di area urugan pasir dari pendalaman kolam labuh tersebut. 

“Membiarkan urugan pasir itu menjadi pantai yang akan menjadi nesting area Penyu Sisik, merupakan tindakan yang lebih bijak," ujar Kepala Balai TN Kepulauan Seribu, Badiah, di tempat terpisah.

Penyu sisik merupakan salah satu jenis penyu yang dilindungi menurut UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang diatur lebih lanjut dalam PP 7 tahun 1999 dan Permenlhk No. P. 106/2018.

Telur satwa dilindungi tersebut dipindahkan ke Sanctuary Penyu di Pulau Pramuka untuk ditetaskan secara semi alami oleh yang menemukannya.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR