Selasa, 31 Maret 2020
News & Nature
Konservasi

Taman Nasional pun Bisa Dorong Kesejahteraan

Senin, 2 Maret 2020

Kemitraan Konservasi dan Kesejahteraan Masyarakat di Taman Nasional Gunung Merbabu

Taman Nasional pun Bisa Dorong Kesejahteraan
ppid.menlhk.go.id

Semarang -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyadari bahwa keberadaan taman nasional tidak hanya diperuntukan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, namun juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penyangga.

Program kemitraan konservasi yang digulirkan diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi sejahtera. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Bambang Supriyanto pada pertemuan dengan mitra Balai Taman Nasional Gunung Merbabu di sela-sela kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah, Rabu (29/2/2020). 

Bambang Supriyanto hadir dan bertemu para tokoh masyarakat di desa-desa penyangga, serta turut hadir relawan Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Mitra Polhut, kader konservasi, serta pelaku usaha wisata.

Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan potensi wisata yang ada di Taman Nasional Gunung Merbabu. Pemanfaatan ekowisata taman nasional akan menggerakkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, misalnya porter atau pemandu. 

“Dengan hubungan yang bagus antara para pihak, kelestarian keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” terang Bambang.

Terkait dengan pemanfaatan jasa lingkungan air, Bambang menyampaikan agar pemanfaatan jasa lingkungan air dilakukan secara kolaboratif. "Sehingga diharapkan tidak menimbulkan konflik, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mencegah pencemaran," katanya. 

Direktur Kawasan Konservasi KLHK, Dyah Murtiningsih hadir pula bersama Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Junita Paryanti, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis KLHK yang berada di Jawa Tengah.

Dyah menyampaikan bahwa filosofi dari fungsi taman nasional adalah omah, tadah, dan berkah. Taman nasional merupakan omah atau rumah bagi masyarakat yang ada di sekitar taman nasional dan berbagai tumbuhan dan satwa liar yang hidup di dalamnya.

Selain itu, taman nasional adalah tadah atau penyerap air. Ketika taman nasional dijaga dengan baik, maka keberkahan akan didapatkan. 

“Masyarakat tidak dilarang untuk masuk ke dalam taman nasional sepanjang tidak mengganggu fungsi taman nasional sebagai omah, tadah, dan berkah,” tambah Dyah.

Masyarakat boleh beraktifitas di taman nasional melalui kemitraan konservasi. Melalui kemitraan konservasi, hak dan kewajiban para pihak menjadi jelas. 

Dipandu oleh Junita, para tokoh masyarakat berdiskusi dengan Bambang dan Dyah berkaitan dengan perizinan pemanfaatan jasa lingkungan air, peran serta masyarakat dalam menjaga Taman Nasional Gunung Merbabu, dan konsep perhutanan sosial di taman nasional.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR