Kamis, 28 Mei 2020
News & Nature
Konservasi

BKSDA Kalsel Distribusikan Anggaran 2020

Selasa, 14 Januari 2020

Rencanakan kegiatan sebaik mungkin

BKSDA Kalsel Distribusikan Anggaran 2020
ksdae.menlhk.go.id
Rapat ekspose dan distribusi anggaran tahun 2020 serta evaluasi pelaporan tahun 2019 di ruang rapat kantor Balai KSDA Kalimantan Selatan, Jumat (10/1/2020)

Banjarbaru -- Kegiatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan jangan hanya selesai sampai pencapaian target output saja. Namun, harus tercapai sampai pada tahap outcome yakni manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dalam rapat ekspose dan distribusi anggaran tahun 2020 serta evaluasi pelaporan tahun 2019 di ruang rapat kantor Balai KSDA Kalimantan Selatan, Jumat (10/1/2020). Acara dihadiri KSBTU, Kepala SKW I, II dan III, Kepala Resort, Koordinator urusan Balai, Koordinator urusan teknis dan perencanaan SKW dan Urusan program dan anggaran.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Lakukan Penguatan Kelembagaan

Mahrus memerintahkan segenap Kepala SKW dan koordinator untuk merencanakan kegiatan di tahun 2020 dengan baik. Dengan begitu seluruh kegiatan dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan agar tidak terjadi penumpukan pada akhir tahun. "Apabila terdapat kendala terkait kebijakan dan persetujuan dari Pusat agar segera menginformasikannya dan akan langsung ditindaklanjuti," tambah Mahrus.

Pada tahun anggaran 2020, BKSDA Kalimantan Selatan mendapatkan mandat anggaran sebesar Rp 21.776.609.000. yang terbagi dalam 12 output antara lain, 1) Layanan Dukungan Manajemen Eselon I, 2) Layanan Sarana dan Prasarana Internal, 3) Layanan Perkantoran, 4) Luas Kawasan sebagai penyediaan Data, Informasi dan Rencana Konservasi Nasional didalam Kawasan Konservasi, 5) Dokumen Pemolaan Kawasan Konservasi, 6) Luas area Kawasan Konservasi yang ditangani permasalahannya, 7) Jumlah Desa yang mendapatkan akses pengelolaan Kawasan Konservasi dan Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif, 8) Jumlah Kawasan Konservasi yang ditingkatkan Efektivitas Pengelolaannya, 9) Luas kawasan yang diverifikasi sebagai Perlindungan Keanekaragaman Spesies dan Genetik TSL, 10) Jumlah Destinasi Wisata Alam yang disiapkan sebagai lokasi kunjungan, 11) Luas Kawasan sebagai penyediaan Data, Informasi dan Rencana Konservasi Nasional di luar Kawasan Konservasi, 12) Jumlah Kawasan Ekosistem Esensial yang ditingkatkan Efektivitas Pengelolaannya.

Sebagai penutup Mahrus menyampaikan terima kasih kepada semua pegawai yang sudah bekerja keras, cerdas dan tuntas sehingga tahun 2019 temuan BPK RI minimal dan serapan anggaran 98,58% diatas target.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR