Kamis, 4 Juni 2020
News & Nature
Konservasi

BKSDA Sulteng Awasi Aktivitas Ilegal di Kawasan

Kamis, 9 Januari 2020

Ditemukan jerat dan pembalakan liar

BKSDA Sulteng Awasi Aktivitas Ilegal di Kawasan
ksdae.menlhk.go.id
Petugas BKSDA Sulteng menemukan jerat di kawasan hutan

Palu -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah mulai berkantor kembali di di Jalan Moh. Yamin No. 19 Palu, Senin (6/1/2020). Apel pagi dipimpin Kepala BKSDA Sulawesi Tengah, Ir. H. Hasmuni Hasmar, M.Si.

Dalam arahannya, Hasmuni meminta agar personil lapangan MMP dan MPA meningkatkan pengawasan di masing-masing wilayah kerjanya dengan melakukan kegiatan patroli pengamanan maupun operasi sapu jerat.

Baca Juga: Ini Rangkaian Peringatan Hari Bumi BKSDA Sulteng
 
Pada Selasa (7/1/2020), anggota MMP Resort Pinjan Tanjung Matop dengan personil yang terdiri dari Arham, Kiflan, Sulaiman dan Yatno menemukan 10 tali jerat yang dibuat dari bahan nilon. Jerat akan digunakan untuk menjerat babi hutan dan babi rusa. Jerat-jerat tersebut ditemukan di sekitar kawasan SM Pinjan Tanjung Matop. Anggota MMP kemudian melaporkan lokasi ditemukannya jerat ini. 

Pada koordinat yang sama, pada tanggal 8 Januari 2020, tim yang sama juga menemukan adanya indikasi penebangan pohon jenis palapi secara ilegal. Setelah dilakukan pengintaian ternyata benar di lokasi tersebut terdapat aktivitas ilegal masyarakat  berupa pembalakan liar.

Baca Juga: BKSDA Sulteng Bina Pelajar Kuliti Burung Rangkong

Berdasarkan temuan tersebut tim langsung mendokumentasikan kegiatan yang ada dan meminta keterangan dari operator chain saw yang ditemukan di lapangan untuk kemudian diproses dan diberikan peringatan lebih lanjut.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR