Kamis, 23 Januari 2020
News & Nature
Konservasi

23 Ekor Burung Paruh Bengkok Kembali ke Halmahera

Rabu, 4 Desember 2019

Hasil pengamanan anggota polisi kehutanan BKSDA Sulawesi Utara

23 Ekor Burung Paruh Bengkok Kembali ke Halmahera
ksdae.menlhk.go.id
Setelah melewati masa rehabilitasi di PRS Tasikoki dan beberapa kali pemeriksaan kesehatan, sebanyak 23 ekor burung paruh bengkok tiba di Sofifi, Halmahera, Maluku Utara, Selasa (3/12/2019)

Sofifi -- Setelah melewati masa rehabilitasi di PRS Tasikoki dan beberapa kali pemeriksaan kesehatan, sebanyak 23 ekor burung paruh bengkok tiba di Sofifi, Halmahera, Maluku Utara, Selasa (3/12/2019). Jenis burung tersebut antara lain 4 ekor kakatua putih (Cacatua alba), 6 ekor nuri kalung-ungu (Eos squamata), dan 13 ekor kasturi ternate (Lorius garrulus). Kakatua putih dan kasturi ternate merupakan endemik Maluku Utara. Sedangkan nuri kalung-ungu memiliki sebaran Maluku Utara sampai di Papua.

Seluruh burung paruh bengkok merupakan hasil pengamanan satwa liar oleh anggota Polisi Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara yang kemudian diserahkan kepada PRS Tasikoki untuk direhabilitasi dan dirawat.

Baca Juga: Maluku Utara Punya Suaka Paruh Bengkok Terbesar

Penyerahan burung asli Maluku Utara ini dilaksanakan di Sofifi oleh Polisi Kehutanan Penyelia SKW I Ternate, BKSDA Maluku kepada Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata bersama-sama dengan kegiatan GNPDAS tahun 2019. Serah terima disaksikan Gubernur Maluku Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Balai Pengelolaan DASHL Akemalamo, perwakilan TNI dan Polri, serta para pejabat lingkup Provinsi Maluku Utara dan tamu undangan.
Selesai acara serah terima, Kepala Balai TNAL memberikan cinderamata berupa foto Kakatua putih kepada Sekda Maluku Utara. “Sudah sekian lama burung-burung ini berada di luar Maluku Utara, sekarang saatnya mereka kembali dan bertemu keluarganya, tempat terbaik baginya adalah di alamnya. Terima kasih bagi semua pihak yang peduli dalam pengembalian satwa Halmahera tersebut,” kata Kepala Balai TNAL, T. Heri Wibowo.

Baca Juga: TNAL Punya Pusat Informasi Suaka Paruh Bengkok

Burung paruh bengkok tersebut kemudian diantar menuju Suaka Paruh Bengkok untuk dilakukan perawatan dan habituasi sebelum dilepasliarkan. “Burung-burung ini (Paruh bengkok) nanti akan di habituasi dan menunggu momen yang tepat (kondisi burung) untuk dapat dilepasliarkan ke habitat aslinya,” kata Koordinator Suaka Paruh Bengkok, As Ari.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR