Minggu, 8 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

BKSDA Aceh Tangani Konflik Harimau Sumatra

Senin, 2 Desember 2019

Mangsa ternak milik warga

BKSDA Aceh Tangani Konflik Harimau Sumatra
ksdae.menlhk.go.id
Personil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe Resor 11 Aceh Utara didampingi Polisi Kehutanan dan pawang harimau telah melakukan upaya penghalauan harimau sumatra

Aceh Utara -- Personil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe Resor 11 Aceh Utara didampingi Polisi Kehutanan dan pawang harimau telah melakukan upaya penghalauan harimau sumatra (Panthera tigris ssp. sumatrae) yang telah memangsa ternak milik masyarakat di Dusun Mihra Istimewa Paket 20, Desa Seureukey, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (27/11/2019). Upaya penghalauan yang dilakukan oleh tim yaitu dengan cara pengusiran yang dibantu pawang harimau BKSDA Aceh, Sarwani Sabi melalui pendekatan kearifan lokal lewat doa-doa.

Dalam siaran persnya, Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, S. Hut. mengatakan, upaya penghalauan merupakan salah satu penanganan konflik sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.48/MENHUT-II/2008 Tentang Pedoman Penanganan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar. Selain upaya penghalauan, tim petugas juga memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat yang ikut serta dalam kegiatan ini bahwa Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi serta tergolong satwa kunci yang populasinya terancam punah di alam. 

Baca Juga: BKSDA Aceh Kirim Sampel Bangkai Gajah ke Puslabfor

Tim petugas mengimbau masyarakat setempat agar tetap berhati-hati dan tetap memasang penerangan pada kandang ternak yang masyarakat miliki. Penghalauan ini merupakan salah satu tindaklanjut dari respon konflik yang telah dilakukan sebelumnya pada hari Jumat tanggal 29 November 2019.

Ia memastikan, BKSDA Aceh akan terus memantau pasca upaya penghalauan konflik Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) di Dusun Mihra Istimewa Paket 20 Desa Seureukey Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara agar tidak terjadi kerugian dan dampak negatif lainnya bagi masyarakat setempat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh mengapresiasi masyarakat Desa Seureukey Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara beserta jajaran Pemerintah dan aparat TNI (Babinsa) serta pihak-pihak terlibat yang segera melaporkan kejadian konflik satwa liar ini.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR