Minggu, 8 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Rencana Aksi KEE Kuala Lupak Disosialisasikan

Selasa, 26 November 2019

Tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Barito Kuala Nomor: 188.45/362/KUM/2019

Rencana Aksi KEE Kuala Lupak Disosialisasikan
ksdae.menlhk.go.id
Sosialisasi forum kelembagaan pengelola kawasan ekosistem esensial Desa Kuala Lupak  diselenggarakan di ruang rapat Grand Daffam Syariah Q Hotel Banjarbaru

Banjarbaru -- Sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Barito Kuala Nomor: 188.45/362/KUM/2019, 4 November 2019 tentang Pembentukan Forum Pengelola Kawasan Ekosistem Esensial Areal Bernilai Konservasi Tinggi di Desa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan, Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Ditjen KSDAE dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan workshop “Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala”.

Acara sosialisasi forum kelembagaan pengelola kawasan ekosistem esensial Desa Kuala Lupak  diselenggarakan di ruang rapat Grand Daffam Syariah Q Hotel Banjarbaru menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dan Kepala Sub Direktorat PPKEE Direktorat BPEE Ir. Yayat Surya, MM dengan moderator Kepala Seksi KSDAE Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Supian, S.Hut.M.Si. dan dihadiri peserta dari unsur instansi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda Olah Raga Budaya Dan Pariwisata, Dinas Kominfo, Polsek Tabunganen, Kepala Desa Kuala Lupak, Universitas lambung Mangkurat (ULM), Sahabat Bekantan Indonesia (SBI)  dan PT. Adaro Indonesia, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Mangrove SM. Kuala Lupak serta staf BKSDA Kalsel.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Evaluasi PKS dengan Yayasan SBI

Dalam paparanya Dr. Mahrus Aryadi menyampaikan tentang gambaran umum kawasan KEE Kuala Lupak yang berdasarkan hasil identifikasi potensi terdapat 13 species jenis flora dengan 10 family, 8 jenis tumbuhan berhabitus pohon, 1 jenis gulma, 5 tumbuhan bawah dan merupakan asosiasi mangrove. Sedangkan untuk potensi fauna terdapat 5 jenis mamalia, 16 jenis aves, 4 jenis reptilian, 2 jenis insect, 2 jenis ikan dan 2 jenis crustacean.

Hasil diskusi penyusunan rencana aksi pengelolaan kawasan  ekosistem esensial Desa Kuala Lupak yang dipandu oleh Kepala SKW II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut., M.Si berdasarkan rencana prioritas perlindungan Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak, Pengawetan Keanekaragaman Hayati Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak, Pemulihan Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak, Pemanfaatan berkelanjutan.

Baca Juga: BKSDA Kalsel dan Telkom Indonesia Teken PKS

Jangka waktu Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Areal Bernilai konservasi Tinggi Desa Kuala Lupak kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala pelaksanaannya selama 5 (lima) tahun dari tahun 2020 – 2024.

Perlu adanya perubahan/revisi terhadap SK Bupati Barito Kuala dengan memasukan instansi seperti Badan Pertanahan Nasional terkait status kepemilikan lahan, Perlu mempertimbangkan adanya keterlibatan SKPD lingkup Propinsi Kalimantan Selatan sebagai tindak lanjut dan Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Esensial Desa Kuala Lupak Kabupaten Barito Kuala. 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR