Minggu, 8 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

BKSDA Aceh Kirim Sampel Bangkai Gajah ke Puslabfor

Jumat, 22 November 2019

Untuk mengetahui penyebab kematian

BKSDA Aceh Kirim Sampel Bangkai Gajah ke Puslabfor
ksdae.menlhk.go.id
Seekor gajah mati ditemukan di area perkebunan Afdeling 1 Keramat PT Atakana yang berada di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (20/11/2019)

Aceh Timur -- Seekor gajah mati ditemukan di area perkebunan Afdeling 1 Keramat PT Atakana yang berada di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (20/11/2019). Kematian gajah liar ini ditemukan pekerja kebun PT Atakana yang kemudian melapor kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang sedang melakukan penggiringan gajah liar dengan menggunakan gajah jinak di sekitar area desa tersebut sekitar pukul 12.30 WIB.

Petugas BKSDA Aceh yang terdiri dari Resor KSDA Langsa dan CRU Serbajadi beserta aparat TNI dan pihak perusahaan langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Berdasarkan pengecekan, ditemukan adanya bangkai gajah sumatra yang telah mati dengan jenis kelamin betina dan berat badan kurang lebih tiga ton.

Baca Juga: Kelestarian Populasi Gajah di Indonesia Terancam

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, S. Hut., memberikan arahan kepada tim petugas untuk melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat agar dilakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, ia juga meminta tim mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar.

Selanjutnya, BKSDA Aceh mengirim tim medis ke TKP untuk melakukan tindakan bedah bangkai (nekropsi). Tindakan nekropsi dilakukan pada Kamis (21/11/2019). Tim medis BKSDA Aceh mengambil beberapa sampel dari bangkai gajah sumatra tersebut untuk dikirim ke Puslabfor Polri. Tim medis memperkirakan umur kematian gajah sumatra ini yaitu ± 8-10 hari yang lalu dengan estimasi umur ± 25 tahun. Hingga kini, BKSDA Aceh masih menunggu hasil pengujian sampel dari Puslabfor Polri untuk mengetahui penyebab kematian satwa liar gajah tersebut.

Baca Juga: BKSDA Aceh Terima Gading Gajah Bunta

Secara taksonomi, gajah sumatera (Elephas maximus ssp. Sumatranus) termasuk kelompok mamalia dengan Famili Elephantidae yang tergolong jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi.

Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus ssp. Sumatranus) di Provinsi Aceh sendiri, hampir 85% berada di luar kawasan konservasi dan di luar kawasan hutan sehingga potensi terjadinya konflik gajah dengan manusia sangat tinggi. Sempitnya habitat gajah di Provinsi Aceh juga menjadi penyebab utama pemicu konflik gajah dengan manusia. Upaya penanganan konservasi dan kelestarian keanekaragaman hayati terhadap satwa liar gajah sumatera diperlukan berbagai peranan dari elemen stakeholder lainnya. Mulai dari elemen instansi pemerintah baik di pusat ataupun di daerah, LSM/NGO, sektor swasta, pihak aparat/kepolisian, hingga elemen masyarakat.

Baca Juga: KLHK Bongkar Jaringan Perdagangan Online Gading

BKSDAlam Aceh mengimbau dan mengharapkan dukungan serta peran dari berbagai pihak stakeholder tersebut dalam penanggulangan permasalahan konflik Gajah Sumatera dengan Manusia di Provinsi  Aceh sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.48/Menhut-II/2008 tentang Pedoman Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar serta Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 522.51/1097/2015 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar Provinsi Aceh. Balai Konservasi Daya Alam Aceh memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keterlibatan pihak Kepolisian Resor Aceh Timur, Kepolisian Sektor Rantau Peureulak, FKL, dan pihak lainnya yang ikut membantu dalam melakukan pengamanan dan olah TKP hingga proses bedah bangkai atau nekropsi dapat terlaksana dengan lancar.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR