Sabtu, 7 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Masyarakat Desa di Sekitar CA SLSB Diberdayakan

Selasa, 12 November 2019

Melalui pengembangan usaha lebah madu dan gula aren

Masyarakat Desa di Sekitar CA SLSB Diberdayakan
ksdae.menlhk.go.id
Kepala Balai KSDA Kalsel Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., secara langsung melakukan peninjauan dan merasakan gula aren

Kotabaru -- Desa Tanjung Serudung dan Tanjung Seloka Utara berada di wilayah Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.  Kedua desa ini berada di pesisir Pulau Laut yang jauh dari jangkauan keramaian kota. 

Melihat kondisi tersebut, upaya yang dilakukan untuk memajukan perekonomian daerah setempat diperlukan terobosan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia. Pulau Laut Selatan merupakan kecamatan yang pada desa-desanya berbatasan langsung dengan kawasan konservasi seperti Cagar Alam Sungai Lulan dan Sungai Bulan (CA SLSB). Masyarakat desa memanfaatkan pohon enau untuk diambil air niranya dibuat gula merah. Desa Tanjung Serudung memiliki potensi hutan mangrove dan hutan dataran rendah yang relatif masih baik untuk pemeliharaan lebah madu. 

Baca Juga: Ini Hasil Review RPJP TWA Pelaihari

Melihat kondisi tersebut Resort CASLSB telah menggali potensi masyarakat di kedua desa tersebut. Masyarakat Desa Tanjung Serudung menginginkan adanya pengembangan lebah madu di daerah mereka. Sedangkan masyarakat Desa Tanjung Seloka Utara menginginkan adanya pengembangan gula Eren.

Kepala Balai KSDA Kalsel Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., secara langsung melakukan peninjauan ke salah satu desa tersebut. Mahrus datang ke lokasi pembuatan gula merah dan langsung merasakan air nira hasil penyadapan pohon enau. Ia berpendapat, desa ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi penghasil gula aren. Bahkan, ia berpendapat, dengan masih banyaknya areal yang masih kosong di daerah tersebut sangat dimungkinkan untuk dilakukan pembudidayaan pohon enau ke depannya Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan dari hasil air sadapan tersebut dapat dikembangkan menjadi energi yang terbarukan. 

Kepala SKW III, Nikmat Hakim Pasaribu., S.P, M.Sc., membenarkan, kedua desa ini sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan gula aren dan budidaya lebah madu. Hingga 7 Nopember 2019 dilakukan kegiatan pembentukan kelompok di kedua desa tersebut.

Pembentukan kelompok dihadiri Sekretaris Camat Pulau Laut Selatan, Hamka serta narasumber lainnya seperti Dirham, S.ST sebagai penyuluh di kecamatan tersebut dengan materi pengembangan budidaya aren, dan Aryanto sebagai masyarakat penggiat lebah madu.
 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR