Jumat, 15 November 2019
News & Nature
Konservasi

KLHK Sampaikan Bantuan untuk Desa Penyangga

Rabu, 6 November 2019

Pemberdayaan masyarakat di Kawasan Penyangga CA Teluk Kelumpang

KLHK Sampaikan Bantuan untuk Desa Penyangga
ksdae.menlhk.go.id
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Dr.Ir. Mahrus Aryadi. M.Sc mengunjungi Desa Karang Payau, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Selasa (5/11/2019)

Kotabaru -- Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Dr.Ir. Mahrus Aryadi. M.Sc mengunjungi Desa Karang Payau, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Selasa (5/11/2019). Desa ini berdampingan dengan Cagar Alam Teluk Kelumpang. 

Desa Karang Payau dibina sejak tahun 2018 dan pada kesempatan akhir tahun ini kembali mendapat suntikan dana dari Kementerian Lingkungan Hutan dan Kehutanan (KLHK) yang disampaikan langsung Kepala BKSDA Kalsel.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Urun Rembuk Kegiatan Konservasi

Kepala Desa Karang Payau, Arbani S.Ap berharap, dengan adanya bantuan, kelompok Harapan Makmur yang semuanya perempuan dapat mengembangkan hidrophonik dan kolam ikan yang sudah dikelola agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan menjadi contoh untuk desa-desa sekitarnya. Arbani tak lupa menyampaikan harapan lain kepada BKSDA untuk mengajak anggota kelompok melakukan studi banding ke tempat yang sudah berhasil agar ilmu mereka dapat diaplikasikan di kelompoknya.

Kepala BKSDA Kalsel menyampaikan terima kasih kepada kepala desa yang telah menerima dan mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan baik. Dikatakannya, tujuan kegiatan ini adalah agar terjalinnya komunikasi antara masyarakat desa penyangga dengan BKSDA. 

Bantuan ini diharapkan menjadi penggerak bagi pengembangan ke depannya. Dijelaskan, keuntungan yang didapat tidak harus berupa uang. Paling tidak bisa membantu keperluan di dapur untuk sekeluarga.

Sebagai pengembangan usaha kelompok telah disampaikan bantuan dana sebesar Rp. 22 juta, yang akan digunakan untuk budidaya ikan nila dan bibit tanaman hidroponik. Diharapkan tambahan dana ini bisa meningkatkan produktifitas usaha yang sudah dilakukan. Monitoring dan Evaluasi akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2020.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR