Jumat, 15 November 2019
News & Nature
Konservasi

Tiga Individu Orangutan Kembali Dilepasliarkan

Senin, 4 November 2019

Di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Tiga Individu Orangutan Kembali Dilepasliarkan
ksdae.menlhk.go.id
Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) bekerjasama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) kembali melepasliarkan orangutan sebanyak tiga individu berjenis Pongo Pygmaeus

Padua Mendalam -- Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) bekerjasama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) kembali melepasliarkan orangutan sebanyak tiga individu berjenis Pongo Pygmaeus.

Ketiga individu yang dilepasliarkan adalah remaja betina bernama “Digo” dan betina dewasa bernama “Putri Tanjung” serta anaknya bernama “Liesjhe” yang telah dievaluasi dengan seksama baik dari sisi medis maupun dari aspek tingkah lakunya. Ketiga individu tersebut telah lulus seleksi di Sekolah Hutan Tembak milik YPOS dan memenuhi kondisi ideal  untuk menjalani tahap pelepasliaran.

Baca Juga: TaNa Bentarum Berencana Lepasliarkan Orangutan

“Orangutan yang didapat dari hasil sitaan ini telah dikarantina selama 3 bulan dan telah melakukan medical screen pertama di pusat rahabilitas untuk memastikan tidak ada penyakit dan infeksi menular sehingga bisa kita release pada hari ini,” tegas Waluyo Jati, tim medis.

Ini merupakan pelepasliaran kelima di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Sub DAS Mendalam. Mulai dari tahun 2017 sampai dengan pertengahan awal tahun 2019, sudah dilakukan pelepasliaran sebanyak 8 (delapan) individu. Dengan kali ini berarti jumlah Orangutan yang telah dilepasliarkan bertambah menjadi 11 individu.

Maggi, sapaan akrab seorang donatur asal Belanda mengaku sangat beruntung dapat mengantarkan ketiga orangUtan dan melihat hutan Betung Kerihun “Saya merasa beruntung berada di sini” jelasnya. 

Pelepasliaran ini merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah populasi orangutan yang sudah terancam punah dan memperkuat perlindungan dan pengamanan kawasan di lokasi tempat pelepasliaran orangutan tersebut.

Baca Juga: BKSDA Kalbar Evakuasi Orangutan dari Seorang Warga

Kepala BBTNBKDS Ir. Arief Mahmud, M.Si menjelaskan, peran orangutan merupakan fungsi penting ekosistem hutan yang keberadannya sudah terancam punah, sehingga kita perlu bekerjasama antar stakeholder yang terkait untuk menjaga keberadaannya dengan cara sosialisasi, kampanye dan penyadartahuan kepada masyarakat luas agar pelestarian populasi dan habitat orangutan tetap terjaga.

Pada Pelaksanaan kegiatan pelepasliaran ini dihadiri YPOC bersama hampir 60 rekan dari Balai Besar TNBKDS, BKSDA Seksi Wil.2 Sintang dan Donatur dari Belanda yaitu OrangUtan Rescue serta Weesaapjes dan tokoh masyarakat yang berada di Sub DAS Mendalam.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR