Sabtu, 7 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

BKSDA Yogyakarta Lacak Keberadaan Harimau Jawa

Rabu, 30 Oktober 2019

Pasang camera trap setelah warga laporan pertemuan dengan Mbah Loreng

BKSDA Yogyakarta Lacak Keberadaan Harimau Jawa
ksdae.menlhk.go.id
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, M. Wahyudi bersama Wakil Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih mendampingi petugas melakukan monitoring dan pengambilan data camera trap pertama di wilayah Nglingseng, Bantul, Selasa (29/10/2019)

Yogyakarta -- Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, M. Wahyudi bersama Wakil Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih mendampingi petugas melakukan monitoring dan pengambilan data camera trap pertama di wilayah Nglingseng, Bantul, Selasa (29/10/2019).

Pemasangan kamera trap dilakukan berdasarkan instruksi Kepala BKSDA Yogyakarta setelah mendengar  adanya informasi dari masyarakat perihal keberadaan  macan di Bantul. Sekitar awal September 2019, terdapat laporan dari masyarakat yang menyatakan masih melihat jenis macan yang mereka sebut “Mbah Loreng”  atau Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) di Ngesong, Imogiri, Bantul. Selanjutnya diperoleh laporan masyarakat lagi yang menyatakan melihat Macan Tutul (Panthera pardus) turun ke pemukiman penduduk di daerah Nglingseng, Imogiri Bantul.

Baca Juga: Selamat Datang Burung Layang-Layang Asia

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, M. Wahyudi memerintahkan fungsional Polhut dan PEH BKSDA Yogyakarta melakukan koordinasi, pengecekan lapangan dan observasi prediksi kemungkinan rumah satwa mamalia besar di lokasi diduga sebagai daerah jelajah satwa dimaksud. Selanjutnya, BKSDA Yogyakarta bekerjasama dengan  Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah Kecamatan Imogiri, Pemerintah Desa Wukirsari, Fakultas Biologi UGM dan Komunitas Konservasi Wukirsari bersama-sama melakukan monitoring satwa liar menggunakan kamera trap.

Monitoring satwa liar diduga macan di daerah Imogiri dengan menggunakan kamera trap direncanakan akan dilakukan selama 1 bulan dari 22 Oktober – 19 November 2019 dengan fokus lokasi di Nglingseng dan Ngesong yang diprediksi sebagai rumah bagi jenis mamalia besar tersebut.

Baca Juga: Ini Hasil Pengecekan Penyu Mati di Pantai Depok

Kepala BKSDA Yogyakarta, menyampaikan apresiasi yang besar kepada Pemerintah Kabupaten Bantul yang telah memberikan dukungannya terhadap kegiatan konservasi satwa liar. “Harimau Jawa telah dinyatakan punah sejak tahun 1970-an. Meskipun demikian, masyarakat memberikan kesaksian jika mereka melihat harimau Jawa tersebut. Selama ini, informasi terkait keberadaan macan di wilayah Kabupaten Bantul yang salah satu habitatnya di daerah Imogiri belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Untuk menjawab keresahan masyarakat, segera ditindaklanjuti dengan pemasangan kamera trap ini. Melalui pemasangan kamera trap ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mengetahui keberadaan jenis macan tersebut. Jika keberadaan mamalia besar yang dilindungi undang-undang tersebut benar adanya, maka hal ini dapat menjadi kekayaan yang tidak ternilai di Kabupaten Bantul dan perlu didukung dengan kebijakan secara khusus oleh pemerintah daerah dan instansi yang berwenang,”  tutur M. Wahyudi.

M. Wahyudi menjelaskan, konservasi tidak hanya dimiliki oleh satu instansi atau segelintir orang, tetapi seluruh eleman masyarakat bertanggung jawab terhadap konservasi sumber daya alam. "Sama halnya dengan kegiatan yang hari ini dilakukan untuk kelestarian satwa liar di Imogiri, membuktikan bahwa kegiatan konservasi untuk mewujudkan kelestarian satwa liar secara sinergis dilakukan oleh banyak pihak yang peduli. Semoga langkah kecil dari penggiat konservasi ini menjadi bukti nyata terhadap konservasi di Yogyakarta," jelasnya.

Baca Juga: Buaya Muara Dievakuasi dari Rumah Warga

Selain pengambilan data kamera trap ke-1 tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Bantul juga berkenan melakukan pemasangan kamera trap di spot lain yang diprediksi sebagai jalur jelajah mamalia besar tersebut.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR