Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

BKSDA Jakarta Titip Opsetan ke IPB

Selasa, 29 Oktober 2019

Hasil penyerahan masyarakat

BKSDA Jakarta Titip Opsetan ke IPB
ksdae.menlhk.go.id
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta menyerahkan opsetan kepada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Ruang Sidang Komodo, Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan, Selasa (29/10/2019)

Bogor -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta menyerahkan opsetan kepada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Ruang Sidang Komodo, Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan, Selasa (29/10/2019). Sebanyak 32 opsetan merupakan hasil penyerahan sukarela dari masyarakat. 

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr. Rinekso Soekmadi menyampaikan, IPB mengapresiasi penitipan opsetan satwa liar ini. "Dahulu opsetan seperti ini biasanya dimusnahkan. Jangan sampai kita kehilangan dua kali. Kehilangan satwa hidupnya dan kehilangan spesimennya. Ke depan kami akan membuat galeri konservasi, sehingga spesimen seperti ini dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran," katanya.

Baca Juga: BKSDA Jakarta Terima Kunjungan Anggota DPR RI

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, drh. Indra Exploitasia mewakili Dirjen KSDAE secara seremonial melakukan penyerahan opsetan kepada Dekan Fakultas Kehutanan IPB. Dalam Sambutanya, ia menyampaikan,  memiliki opsetan satwa dilindungi adalah melanggar hukum. Karena itu diimbau kepada masyarakat yang masih memiliki opsetan satwa dilindungi agar menyerahkan ke BKSDA Setempat. 

“Semoga ke depan opsetan ini bisa dimanfaatkan oleh Fakultas Kehutanan IPB sebagai media belajar mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB. Saya berharap spesimen ini dapat dimanfaatkan untuk studi genetis. Jangan sampai kita kehilangan sumber daya genetis yang sangat luar biasa ini. Saya juga berharap IPB bisa memberikan kontribusi nyata terhadap upaya konservasi yang telah dilakukan oleh KLHK, dan perlu ada penelitian yang aplikatif terhadap masalah yang ada dan mampu memberikan nilai ekonomis," kata Indra.

Baca Juga: Siswa Diajak Peduli Pelestarian Ekosistem Pesisir

Kepala BKSDA Jakarta, Ahmad Munawir mengatakan, opsetan ini merupakan hasil penyerahan masyarakat secara sukarela kepada BKSDA Jakarta. “Banyak masyarakat tidak tahu bahwa memiliki opsetan satwa dilindungi tanpa izin adalah melanggar undang-undang,” ujarnya.

“Pemilik-pemilik opsetan ini kami dekati dan kami sampaikan bahwa kepemilikan ini melanggar peraturan dan kami minta agar diserahkan ke BKSDA Jakarta. Akhirnya setelah kami jelaskan pemilik-pemilik opsetan ini akhirnya secara sukarela menyerahkan kepada kami,” katanya.

Baca Juga: 20 Guru Ikuti Eksatli BKSDA Jakarta di TMII

Koleksi satwa liar berupa opsetan melanggar pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Dalam pasal itu disebutkan bahwa dilarang menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati, termasuk larangan menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR