Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

MMK Kuala Lupak Ikuti Penguatan Kapasitas Lembaga

Jumat, 25 Oktober 2019

Kepala BKSDA Kalsel Jadi Narasumber

MMK Kuala Lupak Ikuti Penguatan Kapasitas Lembaga
ksdae.menlhk.go.id
Penguatan kapasitas kelembagaan kelompok Masyarakat Mitra Konservasi

Tabunganen -- Bertempat di Aula Kantor Camat Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, dilaksanakan kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan kelompok Masyarakat Mitra Konservasi (MMK). Kegiatan ini bertujuan agar kelompok MMK yang telah dibentuk pada Agustus 2019 lebih kuat dan solid, memperkuat rasa kebersamaan, serta membangun mimpi bersama untuk kehidupan masyarakat dan lingkungan yang lebih baik.

Kegiatan menghadirkan dua orang narasumber yaitu Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus, M.Sc dan Camat Tabunganen Khairani, S.AP  dengan moderator  Kepala SKW II Banjarbaru, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Urun Rembuk Kegiatan Konservasi

Kegiatan ini dihadiri 30 orang peserta dari Kelompok Mitra Konservasi ”Mandiri Bersama” Desa Sungai Telan Besar dengan ketua H. Nurdin dan Kelompok Mitra Konservasi ”Suka Maju” Desa Kuala Lupak dengan ketua Jawase.

Dalam paparannya, Camat Tabunganen sangat berterima kasih kepada BKSDA Kalsel serta mendukung kegiatan kemitraan konservasi di Suaka Margasatwa Kuala Lupak. Ia meminta kepada kelompok mitra konservasi untuk secara sungguh-sungguh dalam menjalankan kegiatan kemitraan dengan mematuhi segala peraturan perundanganya.

Kepala BKSDA Kalsel dalam paparannya lebih menekankan kepada azas kelembagaan, yaitu kerja bersama, saling memperkuat, memerlukan dan menguntungkan. "Keempat azas ini harus dimiliki oleh seluruh anggota kelompok agar tujuan yang ingin dicapai bisa terwujud dan berdampak kepada aspek sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan SM Kuala Lupak. Penguatan kelembagaan memuat norma dan aturan yang disepakati bersama, hak dan kewajiban pengurus dan anggota kelompok serta mekanisme hubungan kerja," katanya.

Lebih lanjut, Mahrus berharap agar kerjasama yang akan diwujudkan antara BKSDA Kalimantan Selatan dengan kedua Kelompok Mitra Konservasi tersebut harus memegang prinsip kesetaraan, persahabatan, kesetiaan, kejujuran dan saling percaya. "Prinsip-prinsip tersebut mesti dipegang teguh oleh kedua belah pihak sehingga keberlanjutan kegiatan akan terjaga dan tujuan bersama dapat tercapai. Kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem yang dilaksanakan di SM Kuala Lupak dengan Model Baparuan sistem silvofisheri dapat menyelesaikan konflik tenurial sekaligus memulihkan ekosistemnya," ujarnya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR