Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Selamat Datang Burung Layang-Layang Asia

Rabu, 23 Oktober 2019

Fenomena tahunan di Yogyakarta

Selamat Datang Burung Layang-Layang Asia
BKSDA Yogyakarta
Personil Resort Konservasi Wilayah Kota Yogyakarta, Selasa (22/10/2019) melakukan koordinasi terkait keberadaan burung layang-layang Asia dengan Pemerintah Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Hotel Melia Purosani dan Masyarakat sekitar Jalan Mayor Suryotomo

Yogyakarta -- Fenomena burung migranyang, salah satunya jenis layang-layang Asia (Hirundo rustica) merupakan kejadian rutin setiap tahunnya dan biasanya terjadi di bulan September–Maret tahun berikutnya. Burung tersebut bermigrasi melalui jalur yang sama, dan akan pergi di musim dingin selanjutnya akan kembali lagi ke asalnya pada saat udara mulai hangat.  Di Yogyakarta, burung layang-layang Asia ini akan singgah di beberapa titik seperti Jalan Malioboro, Jalan Ahmad Dahlan, Titik 0 km Yogyakarta dan Jalan Mayor Suryotomo. 

Personil Resort Konservasi Wilayah Kota Yogyakarta, Selasa (22/10/2019) melakukan koordinasi terkait keberadaan burung layang-layang Asia dengan Pemerintah Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Hotel Melia Purosani dan Masyarakat sekitar Jalan Mayor Suryotomo.  
Sejak pertengahan bulan September hingga saat ini, burung Layang-layang Asia sudah tiba di Yogyakarta dengan jumlah yang banyak. Kehadiran Burung layang-layang Asia tersebut membawa dampak yang merugikan bagi pemilik toko sepanjang Jl. Mayor Suryotomo akibat kotoran dan bau kotoran burung tersebut.  Masyarakat mengharapkan peran pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Baca Juga: Ini Hasil Pengecekan Penyu Mati di Pantai Depok

Kepala Resor Konservasi Wilayah Kota, Purwanto, menyampaikan arahan Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi terkait penanganan burung layang-layang asia tersebut.  “Sebagaimana arahan Bapak Kepala Balai, fenomena burung migran ini merupakan peristiwa yang terjadi secara rutin setiap tahunnya. Burung layang-layang asia biasanya akan bertengger di kabel listrik sepanjang Jl. Mayor Suryotomo dan berdampak terhadap kotoran burung dan bau yang membuat kurang nyaman. Meskipun demikian, kami tetap menghimbau masyarakat untuk tidak memburu atau menembaki burung layang-layang asia tersebut. Untuk mengatasi permasalahan kotoran burung layang-layang asia ini, kami menghimbau masyarakat dapat melakukan pembersihan secara berkala untuk mengurangi bau dan pencemaran lingkungan,” jelasnya.
 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR