Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Buaya Muara Dievakuasi dari Rumah Warga

Selasa, 22 Oktober 2019

Setelah empat tahun dipelihara

Buaya Muara Dievakuasi dari Rumah Warga
ksdae.menlhk.go.id
Tim Quick Response Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta berhasil mengevakuasi buaya muara (Crocodilus porosus) dari pemiliknya, warga Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (19/10/2019)

Yogyakarta -- Tim Quick Response Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta berhasil mengevakuasi buaya muara (Crocodilus porosus) dari pemiliknya, warga Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (19/10/2019).

Berawal dari laporan warga Bakalan, Pendowoharjo, Sewon, Bantul,  pada Kamis (17/10/2019), yang menginformasikan  mengenai kepemilikan satwa liar jenis buaya muara, Kepala Resort Konservasi Wilayah Bantul, Sujiyono, segera melakukan koordinasi dengan pelapor. Dari informasi yang berhasil dihimpun, pemilik memperoleh buaya tersebut dari seseorang sekitar empat tahun lalu dan kemudian dipeliharanya. Saat itu, buaya muara masih berukuran kecil lebih kurang 30 cm. Setelah 4 tahun pemeliharaan, panjangnya mencapai 190 cm.

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta Respon Keresahan Masyarakat

Setelah membaca peraturan perundang-undangan terkait Tumbuhan dan Satwa Liar, pemilik baru mengetahui jika buaya yang dipeliharanaya termasuk jenis satwa yang dilindungi. Selain itu, dengan pertimbangan keamanan, karena lingkungan sekitar rumahnya banyak anak kecil dan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pemilik segera menghubungi Call Center Quick Response BKSDA Yogyakarta dan menyampaikan keinginannya untuk menyerahkan buaya itu.

Setelah dilakukan persiapan, petugas melaksanakan evakuasi Buaya Muara dari rumah Angga pada Hari Sabtu (19/10/2019). Dengan menggunakan peralatan seperti tambang, karung goni, lakban dan tongkat, Buaya muara tersebut berhasil dievakuasi tanpa terluka sedikitpun.

Baca Juga: Mahasiswa Serahkan Elang Ular Bido

Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi merespon positif penyerahan satwa dari masyarakat tersebut. “Adanya masyarakat yang menyerahkan satwa liar dilindungi setelah membaca peraturan perundang-undanagan mengindikasikan bahwa sosialisasi di masyarakat sudah mulai berjalan dan memberikan feed back positif. Penyerahan satwa tersebut merupakan salah satu bukti berhasilnya sosialisasi terkait Tumbuhan dan Satwa Liar di masyarakat. Meskipun demikian, Saya tetap menginstruksikan kepada personil Balai KSDA Yogyakarta untuk terus memberikan sosialisasi terkait TSL agar semakin banyak masyarakat yang punya kesadaran terhadap pengelolaan TSL yang benar," tutur Wahyudi.

Buaya muara selanjutnya dibawa ke Resort Konservasi Wilayah Sleman untuk dilakukan pemeliharaan dan penanganan selanjutnya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR