Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

BKSDA Yogyakarta Ajak Pelajar Peduli Penyu

Senin, 30 September 2019

Wanagama Rally XV/2019

BKSDA Yogyakarta Ajak Pelajar Peduli Penyu
ksdae.menlhk.go.id
BKSDA Yogyakarta didapuk sebagai narasumber untuk menyampaikan materi terkait konservasi penyu

Yogyakarta -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta berpartisipasi dalam Wanagama Rally, 26 - 29 September 2019. Even ini rutin digelar Mapala  Sylvagama Universitas Gajah Mada (UGM) dua tahun sekali. Wanagama Rally XV/2019 diikuti 168 peserta dari seluruh Indonesia. Peserta paling jauh berasal dari Provinsi Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat.

Pada pelaksanaan Wanagama Rally hari kedua, BKSDA Yogyakarta didapuk sebagai narasumber untuk menyampaikan materi terkait konservasi penyu. Momentum ini disambut baik Kepala BKSDA Yogyakarta, M. Wahyudi. 

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta Beri Pendampingan Masyarakat

"Melalui Wanagama Rally ini kita bisa mengajak adik-adik generasi muda untuk lebih peduli lingkungan dan berperan langsung dalam kegiatan konservasi. Di Yogyakarta, mereka dapat melihat langsung aktivitas yang dilakukan oleh kelompok pelestari penyu Pantai Goa Cemara dalam upaya konservasi penyu. Di Pantai Goa Cemara ini juga terdapat Kader Konservasi binaan Balai KSDA Yogyakarta Subagya dan Yatiman." tutur M. Wahyudi saat menyampaikan materi di Pantai Goa Cemara, Jumat (27/9/19).

Wahyudi menyampaikan, konservasi penyu memerlukan kerjasama dan peran serta para pihak. "Dalam konservasi penyu ini, semakin banyak pihak yang peduli, akan berdampak semakin berkurangnya perburuan telur penyu sehingga kedepan kelestarian penyu dapat terus terjaga. Di DIY Terdapat dua jenis penyu yang mendarat di Pantai Selatan Bantul-Kulonprogo yaitu Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Di Pantai Goa Cemara, pada tahun 2011 dijumpai 10 titik sarang telur penyu sedangkan di tahun 2015 hanya dijumpai 3 titik sarang telur penyu.  Hal ini menunjukkan adanya gangguan terhadap penyu tersebut. Oleh karenanya kita himbau kepada semua masyarakat untuk dapat kembali menjadikan pesisir Pantai Selatan sebagai salah satu tempat pendaratan penyu bertelur di DIY," jelas M. Wahyudi.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR