Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Papua Tanda Tangani Deklarasi Bersama

Jumat, 27 September 2019

Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi

Papua Tanda Tangani Deklarasi Bersama
ksdae.menlhk.go.id
alai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menggelar Deklarasi Bersama tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (25/9/2019)

Jayapura -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menggelar Deklarasi Bersama tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (25/9/2019). 

Deklarasi ditandatangani BBKSDA Papua, Kepolisian Daerah Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, Lantamal X Jayapura, Lanud Silas Papare, Dinas Kehutanan Papua, Balai Gakkum LHK Wilayah Maluku Papua, Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jayapura. Penandatanganan deklarasi disaksikan perwakilan UPT KLHK Lingkup Provinsi Papua, masyarakat adat, LSM di Jayapura, media massa dan akademisi. 

Baca Juga: Sinergi Tiga Balai Gagalkan Peredaran TSL Ilegal

Isi deklarasi memuat empat poin. Pertama, mendukung kegiatan penyadartahuan dan sosialisasi kepada pemangku kepentingan (stakeholder) tentang peraturan perundang-undangan terkait konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di Provinsi Papua. Kedua, meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Papua. Ketiga, meningkatkan sinergitas secara kolaboratif dalam pengawasan dan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Papua. Keempat, menindak tegas pelaku tindak pidana perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Papua.

“Sampai sekarang masih banyak satwa dilindungi dari Papua berada di luar Papua. Setiap instansi tidak dapat bekerja sendiri-sendiri dalam mengatasi persoalan tersebut. Sinergitas kolaboratif stakeholders sangat diperlukan dalam menjaga kekayaan keanekaragaman hayati di Papua.” Pada kesempatan yang sama, Edward juga mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, bahwa ego sektoral yang terkotak-kotak sudah tidak relevan lagi di era sekarang dan harus ditinggalkan. kolaborasi dan sinergi antarlembaga harus ditingkatkan," kata Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si.


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR