Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Mencari Solusi Permasalahan di Labuhan Merak

Jumat, 6 September 2019

Balai Taman Nasional Baluran dan Pemerintah Kabupaten Situbondo gelar workshop

Mencari Solusi Permasalahan di Labuhan Merak
ksdae.menlhk.go.id
Balai Taman Nasional Baluran dan Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar Workshop Penyelesaian Permasalahan di Zona Khusus Labuhan Merak yang merupakan eks HGU PT Gunung Gumitir di Intellegence Room Kabupaten Situbondo, Kamis (5/9/2019)

Situbondo -- Balai Taman Nasional Baluran dan Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar Workshop Penyelesaian Permasalahan di Zona Khusus Labuhan Merak yang merupakan eks HGU PT Gunung Gumitir di Intellegence Room Kabupaten Situbondo, Kamis (5/9/2019). 

Workshop dilaksanakan dalam upaya mencari penyelesaian permasalahan masyarakat yang masih tinggal di Labuhan Merak. Kawasan ini merupakan bagian dari wilayah konservasi Balai Taman Nasional Baluran.

Baca Juga: Ada Srikandi Baru di Taman Banteng Baluran

Acara dipimpin Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, SH, dan dihadiri oleh Direktur Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE, beberapa UPT KLHK, DPRD Kabupaten Situbondo, Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah, Pondok Pesantren Assalam, Akademisi, perwakilan masyarakat Labuhan Merak serta tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

Direktur Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE KLHK, Ir. Dyah Murtiningsih , M.Hum menyampaikan, pengelolaan kawasan TN Baluran telah mendapat pengakuan dengan telah ditetapkannya Dusun Merak menjadi zona khusus yang salah satu fungsinya adalah untuk mengakomodasi keberadaan masyarakat yang ada di dalam kawasan.

Baca Juga: Mengenal Taman Nasional Baluran

Kemitraan konservasi diyakini dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan kepentingan pengelolaan kawasan dengan kepentingan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Jabalnusra, Ojom Sumantri, S.Hut,.M.Sc. 

Hal ini juga dapat menjadi landasan bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk bisa lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan dan kesehatan masyarakat Labuhan Merak, seperti belum dapat membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial karena masih terkendala aturan.

Baca Juga: Warga Desa Penyangga TNBB Timba Ilmu Ekowisata

Salah satu hasil rumusan workshop adalah perlu dibentuknya forum multipihak dalam rangka penyelesaian masalah.

Workshop ini juga mengamanahkan agar segera diwujudkan perjanjian kerjasama antara masyarakat Labuhan Merak dengan Balai Taman Nasional Baluran dalam bentuk kemitraan konservasi.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR