Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Kucing Hutan Dilepasliarkan di Tahura Sultan Adam

Rabu, 24 Juli 2019

Ditemykan warga Tapin

Kucing Hutan Dilepasliarkan di Tahura Sultan Adam
ksdae.menlhk.go.id
Kucing hutan dilepasliarkan petugas

Banjarbaru -- Dinas Kehutanan dan Balai Konsrvasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan melepasliarkan satwa liar dilindungi, seekor kucing hutan dari Desa Tandui, Kecamatan Tatakan, Kabupaten Tapin, Senin (22/7/2019). Kucing hutan itu dikembalikan ke kawasan Tahura Sultan Adam. 

Kucing hutan ini didapatkan dari warga bernama M Sani. Informasinya berawal dari media sosial Facebook. Pemilik akun telah mengamankan hewan ini karena mengganggu ternak ayam miliknya. 

Baca Juga: BKSDA Kalsel Selamatkan Bekantan

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Dinas Kehutanan Kalsel. Pemilik akun dihubungi dan diminta menyerahkan kucing hutan untuk dilepasliarkan kembali.

Tim animal rescue dari Dishut Kalsel langsung menuju tempat kucing hutan diamankan dan langsung dievakuasi ke BKSDA Kalsel. Setelah dilakukan observasi, kondisi kucing hutan itu baik dan sehat. Tak ditemukan luka atau cacat. Hingga akhirnya dilepas di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Terima Penyerahan Bayi Buaya Muara

Kucing hutan adalah salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Menteri LHK nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengimbau kepada warga agar tak memiliki atau memelihara secara ilegal satwa liar dan dilindungi. "Satwa liar yang hampir punah harus kita lindungi, kita jaga kelestariannya. Rumah terbaik mereka adalah di alam bebas. Bukan di kerangkeng," kata dia.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR