Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Maluku Utara Punya Suaka Paruh Bengkok Terbesar

Rabu, 26 Juni 2019

Diresmikan Gubernur Maluku Utara

Maluku Utara Punya Suaka Paruh Bengkok Terbesar
ksdae.menlhk.go.id
Gubernur Maluku Utara menandatangani prasasti Suaka Paruh Bengkok (SPB), Senin (24/6/2019)

Sofifi -- Setelah melewati beberapa tahapan yang panjang, Suaka Paruh Bengkok (SPB) di Maluku Utara akhirnya diresmikan Gubernur Maluku Utara, Senin (24/6/2019). Peresmian di kantor Gubernur Maluku Utara ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita yang dilakukan Asisten I Setda Maluku Utara di SPB di Desa Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. 

Acara pengguntingan pita dan pembukaan perdana SPB berlangsung dengan sangat meriah. Terlihat warga sekitar berdatangan dan menunggu acara peresmian suaka yang akan menjadi salah satu ikon Maluku Utara ini. Fasilitas umum pada suaka juga sudah digunakan warga untuk menjual produk pertanian dan olahan lokal. Saat Para tamu undangan mulai memasuki pintu gerbang SPB. Mereka disambut dengan tarian selamat datang adat Maluku Utara.

Baca Juga: TNAL Punya Pusat Informasi Suaka Paruh Bengkok

Sebelum acara pengguntingan pita, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Wahyudi menyampaikan, SPB dibangun untuk kegiatan konservasi burung jenis paruh bengkok Maluku Utara. Ia berharap, masyarakat dan para pihak mendukung pengelolaan SPB ini sehingga dapat berjalan dengan baik. 

Kepala Balai juga menyampaikan, SPB Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini yang pertama dan terbesar di Indonesia. “Kalau untuk Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) paruh bengkok memang PRS Masihulan di Masohi, Ambon yang pertama. Tapi kalau sebagai Suaka Paruh Bengkok, kita (TNAL) yang pertama dan terbesar di Indonesia”, kata Wahyudi.

Setelah peresmian, para tamu undangan dari para pihak dan masyarakat turut melihat seluruh sarana yang di bangun dalam SPB, termasuk gedung Pusat Informasi yang di bangun oleh PT Antam, Tbk beserta bahan promosinya. Dalam Pusat Informasi, pengunjung dapat memperoleh informasi seputar dunia fauna khususnya burung-burung paruh bengkok. Selanjutnya para tamu undangan berkeliling dan menikmati pemandangan SPB dari ketinggian, yaitu dengan menaiki jembatan gantung atau canopy trail dengan dipandu oleh Koordinator SPB, Gunawan Simanjuntak.

Setelah acara peresmian, dilakukan pelepasliaran burung paruh bengkok sebanyak 10 (sepuluh) ekor di Resort Tayawi yang berjarak sekitar 2 Km dari SPB.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR