Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Balai TNAL Kunjungi Cengkeh Afo

Jumat, 25 Januari 2019

Konsep ekowisata yang ditawarkan sangat ramah lingkungan dan sesuai dengan pengelolaan kawasan konservasi

Balai TNAL Kunjungi Cengkeh Afo
ksdae.menlhk.go.id
Balai TNAL Kunjungi Cengkeh Afo

Sofifi -- Dia adalah Kris Syamsudin, pakar sekaligus pendiri ekowisata berbasis masyarakat yang pertama di Maluku Utara. Kawasan ekowisata di Ternate tersebut dinamai Cengkeh Afo. 

Cerita proses pembuatan dan kesuksesan mendatangkan wisatawan yang berdampak meningkatnya ekonomi masyarakat sekitar menjadikan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) tertarik mengundang pria inspiratif yang penuh semangat tersebut menjadi nara sumber dalam kegiatan pembentukan kelompok wisata di Desa Ake Jawi, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, wilayah kerja Resort Binagara.

Baca Juga: TNAL Serahkan Burung Endemik ke BKSDA Maluku

Konsep ekowisata yang ditawarkan sangat ramah lingkungan dan sesuai dengan pengelolaan kawasan konservasi. Berawal dari konsep tersebut, pada 21 Januari 2019, setelah rapat Rencana Pemulihan Ekosistem, Balai TNAL mengunjungi ekowisata Cengkeh Afo. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 20 menit dari pusat kota Ternate.

Sampai di lokasi, rombongan Balai TNAL disambut dengan pintu gerbang dan ornamen-ornamen yang terbuat dari bambu dan tidak terdapat ornamen yang bahan plastik. Selain itu, rombongan yang antusias ini juga disambut ibu-ibu dengan pakaian adatnya. Setelah melihat beberapa saung dan tempat istirahat yang semuanya berbahan baku dari alam yaitu bambu, rombongan dipersilahkan masuk ke saung makan untuk menikmati menu tradisional Desa Tongole.

Menu yang disajikan adalah ikan dan ayam organik. Ikan tersebut dimasak di dalam bambu di dapur yang berbahan bakar kayu, menjadikan citarasa masakan kian membawa imajinasi rombongan Balai TNAL ke masa lalu. “Menu rumahan yang sederhana ini sangat nikmat, rasanya sampai kembali ke masa lalu”, kata Raduan, Kepala SPTN Wilayah I Weda.

Pak Kris -- sapaan akrabnya -- menceritakan tentang alasan kenapa memilih menu tersebut dan bagaimana cara memasak dan menyajikannya. Pak Kris juga sangat berharap kepada taman nasional agar terus mendampingi dan mendukung kelompok wisata terutama di Resort Binagara.

Baca Juga: Cegah Pengambilan Galian C dari Dalam Kawasan TNAL

“Saya sangat berharap agar kelompok di Desa Ake Jawi bisa mengembangkan konsep ekowisata dan menjadi destinasi unggulan di Halmahera Timur”, harapan Pak Kris. “Saya juga tidak mau setengah-setengah dalam mendampinginya," katanya.

Akhirnya, Kepala Balai beserta rombongan diantarkan menuju cengkeh tertua di dunia, yaitu Cengkeh Afo. Cengkeh tersebut merupakan peninggalan zaman Belanda yang masih tersisa sampai sekarang dan telah berumur sekitar 300 tahunan.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR